Jateng Tertinggi Penyaluran Kredit Perumahan Nasional, Tembus Rp2,3 Triliun Awal 2026
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 3 Apr 2026
- visibility 687
- comment 0 komentar

Menteri PKP Maruarar Sirait bersalaman dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. (Foto: Humas Jateng)
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga membahas percepatan berbagai program perumahan lain, seperti Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), pembangunan rumah susun, penataan kawasan permukiman kumuh, hingga pemberdayaan UMKM sektor genteng.
Singgung Potensi Genteng di Kebumen dan Jepara
Maruarar menyoroti potensi sentra genteng di Jawa Tengah, khususnya di Kebumen dan Jepara, yang dinilai mampu mendukung program perumahan sekaligus mendorong ekonomi lokal.
“Produk genteng dari Jawa Tengah akan kita optimalkan agar UMKM ikut berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengungkapkan backlog perumahan di wilayahnya pada 2025 tercatat sebanyak 274.514 unit. Secara keseluruhan, sisa backlog kini sekitar 1.058.454 unit atau turun sekitar 20 persen.
Penurunan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, mulai dari APBD provinsi dan kabupaten/kota, Baznas, CSR perusahaan, hingga partisipasi masyarakat.
Untuk 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengusulkan sejumlah program prioritas, antara lain BSPS, penanganan kawasan kumuh di Batang, Banyumas, Jepara, dan Kota Semarang, serta pembangunan rumah susun.
“Hari ini kami mengusulkan program BSPS 2026. Penanganan kawasan kumuh dan pembangunan rumah susun juga menjadi prioritas,” kata Ahmad Luthfi. *** Makin tahu Indonesia









Saat ini belum ada komentar