Gedung Aula, Perpustakaan Berbasis Digital, dan Ruang Kuliah Milik UPB Diresmikan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 14 Jul 2022
- visibility 2.423
- comment 0 komentar

Secara resmi Akparnas diakuisisi oleh UPB dengan penambahan 2 prodi baru yakni D3 Perhotelan dan S1 Akuntansi di bulan April 2022.
“Peresmian gedung baru hari ini merupakan salah satu elemen penting di dalam mengelola sebuah organisasi. Jika SDM adalah elemen aktif, maka sarana dan prasarana merupakan elemen pasif. Ini juga sekaligus menandai rangkaian kegiatan dies natalis UPB yang ke-21, tepatnya tanggal 5 Juli kemarin UPB tepat 21 tahun,” tandas Gunarso.
Baca juga: UPB Gelar Pelatihan Strategi Peningkatan Karir Dosen
Sementara itu menurut Ketua Yayasan Pendidikan Putra Bangsa Dr H Slamet Ahmadi SE MM, bahwa gedung yang diresmikan sudah dirancang sejak beberapa tahun lalu tepatnya saat awal pandemi.
“Gedung lantai 3 ada 8 kelas ruang kuliah, lantai 2 untuk perpustakaan berbasis digital, dan lantai 1 aula. InsyaAllah dalam jangka 1 bulan, isinya dilengkapi. Dan pada saat masuk kuliah nanti, bisa digunakan,” kata Slamet Ahmadi.
Pembangunan gedung baru tersebut menghabiskan anggaran senilai Rp5,6 miliar dan untuk isi gedung diperkirakan menghabiskan anggaran senilai Rp1,5 miliar dengan menggunakan dana mandiri kampus dan yayasan.
Sejarah Berdirinya Kampus UPB

Hitung mundur sebelum peresmian gedung baru UPB. (Foto: Hari)
Dia mengungkapkan, bahwa sejarah lahirnya UPB yang awalnya STIE lahir pada 5 Juli 2001. Berbekal penelitian di Kebumen pada tahun 2000 mengenai jumlah sarjana dan diploma hanya di angka 600-an, Slamet Ahmadi lalu beraudiensi dengan Bupati Kebumen saat itu, Rustriningsih.
Menurut Rustriningsih, Kebumen mengirimkan lulusan SMA SMK ke berbagai kota untuk kuliah. Namun Kebumen hanya sebagai investor yang tidak panen. Dengan kata lain banyak yang kuliah namun setelah lulus mencari kerja di luar kota. Akhirnya perkembangan Kebumen lambat.
“Kita bercita-cita menjadi universitas yang unggul. Unggul kalimat sederhana, tapi prosesnya luar biasa dan butuh perjuangan,” tambah Slamet Ahmadi.








Saat ini belum ada komentar