Drama Musikal Gelar Karya P5 SMAN 2 Kebumen Implementasikan Kasus Bullying
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sel, 2 Mei 2023
- visibility 2.041
- comment 0 komentar

Drama musikal gelar karya P5 SMA N 2 Kebumen mengangkat kasus bullying (perundungan) di kalangan remaja. (Foto: Hari)
“Gerakan spontan kalau refleknya benar ya selalu baik-baik. Itu harus dilatih dengan penguatan dalam bentuk projek. Projek itu produk hasil dari sebuah proses,” lanjutnya.
Melalui contoh implementasi masalah bullying yang disajikan dalam bentuk drama, menurut Basir hal tersebut sebagai contoh miniatur kehidupan. Adanya interaksi setiap hari di sekolah berpotensi terjadi bullying, maka sekolah wajib menjamin tidak boleh ada bullying.
Baca juga: Puluhan Kampus Ramaikan Ganisda Goes to School Season 7

Drama musikal gelar karya P5 SMA N 2 Kebumen mengangkat kasus bullying (perundungan) di kalangan remaja. (Foto: Hari)
“Masalahnya persepsi bullying berbeda. Seolah-olah ketika ada bapak ibu guru yang akan menegakkan tata tertib malah dianggap melakukan bullying. Ini tidak benar. Mengapa? Karena bapak ibu guru tidak hanya menyampaikan materi, tapi juga menanamkan karakter dan sikap,” tambahnya.
Ia pun berpesan pada peserta didiknya, ketika ada guru di kelas maupun di luar kelas sedang mendidik, jangan lantas disebut sebagai tindakan bullying. Karena menurutnya, guru tidak hanya menyampaikan materi, tapi juga menanamkan karakter dan sikap.
“Ini tidak lain bertujuan agar anak-anak menjadi manusia yang memiliki karakter yang baik, manfaatnya nanti untuk kalian, bukan untuk gurunya. Agar kita tidak terjebak menjadi salah satu pelaku bullying atau salah satu korban bullying,” tandasnya.








Saat ini belum ada komentar