Ditutup Muhadjir Effendy, Jamnas 1 JATAM Hasilkan Transaksi Rp1,4 Miliar dan Serukan Gerakan Muhammadiyah Menanam
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Ming, 21 Sep 2025
- visibility 825
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Jambore Nasional I Jaringan Petani Muhammadiyah (JATAM) di halaman Pendopo Kabumian Kebumen resmi ditutup pada Minggu, 21 September 2025.
Acara yang berlangsung di halaman Pendopo Kabumian ini mencatatkan transaksi mencapai Rp 1,485 miliar dan menarik kurang lebih 22.000 pengunjung.

Peluncuran gerakan Muhammadiyah Menanam di acara Jamnas 1 JATAM. (Foto: Hari)
Penutupan Jambore dihadiri Ketua Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal PP Muhammadiyah, Prof Dr H Muhadjir Effendy, M.AP. yang juga menjabat Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji.
Hadir pula Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro, Bupati Kebumen Lilis Nuryani, serta Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pusat Muhammadiyah Dr Muhammad Nurul Yamin, M.Si., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah KH Abduh Hisyam, dan Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) PWM Jateng Mohammad Yahya Fuad.
Dalam kesempatan ini, Muhadjir Effendy bersama Darori Wonodipuro dan Bupati Lilis Nuryani menyempatkan diri meninjau stan pameran dan bazar yang memamerkan produk-produk unggulan petani Muhammadiyah.
Acara ini juga menjadi momen bersejarah dengan dilantiknya kepengurusan JATAM untuk 13 kecamatan di Kebumen, yaitu: Gombong, Kutowinangun, Alian, Pejagoan, Sempor, Petanahan, Adimulyo, Buluspesantren, Sadang, Kuwarasan, Karanganyar, dan Prembun.
Rekomendasi untuk Penguatan Petani Muhammadiyah
Adapun sejumlah rekomendasi strategis dari Jamnas 1 JATAM di Kebumen antara lain mendorong pengembangan pertanian sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan untuk menjamin ketersediaan pangan yang halal, sehat, dan terjangkau.
Lalu menggerakkan petani Muhammadiyah untuk membangun kemandirian melalui Koperasi Jamaah Tani Muhammadiyah, mendorong gerakan “Bela Beli” produk pangan Muhammadiyah.
Termasuk memperkuat solidaritas antar petani lintas daerah dan menjadikan JATAM sebagai wadah perjuangan kolektif petani Muhammadiyah.
Donasi Bibit dan Apresiasi dari PDM Kebumen
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kebumen, Joko Purnomo, mengucapkan terima kasih atas bantuan 4.000 bibit dari anggota DPR RI Darori Wonodipuro. Bantuan ini terdiri dari 2.000 bibit kelapa genjah entok dan 2.000 bibit buah-buahan, termasuk alpukat, kelengkeng, mangga, dan durian.
Joko Purnomo juga mengumumkan bahwa Jambore Nasional II JATAM rencananya akan diselenggarakan di Lampung. Partisipasi dari 51 peserta asal Lampung dalam jambore di Kebumen ini menjadi jembatan awal untuk acara selanjutnya.
Peran Penting Petani Muhammadiyah
Sementara itu Bupati Lilis Nuryani dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara ini.
“Petani Muhammadiyah adalah motor penting kedaulatan pangan bangsa kita. Kita telah menyaksikan inovasi seperti diperkenalkannya padi varietas Muhammadiyah Mentari yang menjadi penanda kemajuan,” ujarnya.
Lilis Nuryani juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan petani. Ia berkomitmen untuk memperkuat kebijakan yang berpihak kepada petani, memastikan mereka memiliki akses ke teknologi dan pasar yang adil.
“Perubahan besar hanya akan terjadi bila semua pihak terus bersinergi. Kami ingin memastikan petani memiliki akses teknologi dan pasar yang adil,” imbuhnya.
Ia berharap semangat yang terbangun di Jambore ini dapat dibawa pulang dan diwujudkan dalam gerakan nyata di desa, lahan, dan komunitas masing-masing.
Peluncuran Gerakan Muhammadiyah Menanam
Sebelum menutup Jamnas 1 JATAM, Muhadjir Effendy meluncurkan Gerakan Muhammadiyah Menanam. Secara simbolis, bibit pohon diserahkan kepada perwakilan peserta dari 22 provinsi di Indonesia, antara lain: Aceh, Bali, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, DIY, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Lampung, Maluku, NTB, NTT, Riau, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan JATAM Aisyiyah.
Dalam sambutan penutupnya, Muhadjir Effendy berharap para peserta mendapatkan pengalaman berharga, baik dari diskusi maupun transaksi bisnis. Ia menekankan bahwa Muhammadiyah harus mengambil peran terdepan dalam memberdayakan petani.
“Muhammadiyah harus bisa membalikkan citra, bahwa petani itu makmur. Kalau pintar itu guru, kalau canggih itu teknokrat. Jangan menunggu orang lain memberdayakan petani, Muhammadiyah harus di depan,” tegasnya. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar