Diduga Setubuhi Adik Temannya, Warga Karanggayam Dipolisikan

  • Whatsapp
Ilustrasi persetubuhan di bawah umur. Foto: afederasi.com
Ilustrasi persetubuhan di bawah umur. Foto: afederasi.com

KARANGGAYAM (KebumenUpdate.com) – Seorang warga desa di Kecamatan Karanggayam, Kebumen, harus berurusan dengan aparat kepolisian karena diduga melakukan persetubuhan kepada seorang anak di bawah umur.

Pria berinisial RY (25) warga diduga melakukan persetubuhan dengan Kencur (13) bukan nama sebenarnya, Kamis, 20 Agustus 2020 sekira pukul 20.30 Wib saat rumahnya sepi.

Berita Lainnya

Ulah Tak Terpuji Diketahui Istri Tersangka

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan menjelaskan, terungkapnya ulah tak terpuji itu diketahui oleh istri tersangka. Istri tersangka mengetahui percakapan korban dengan tersangka melalui WhatsApp.

“Isi percakapan itu, tersangka merayu korban dan mengajak bertemu di sebuah tempat. Chatting tersangka lupa tidak dihapus sehingga dibaca oleh istrinya,” jelas Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan didampingi Kasubbag Humas Iptu Sugiyanto dan Kanit PPA Sat Reskrim Aiptu Nikmatun, Senin 7 September 2020.

Tersangka Sering Main ke Rumah Korban

Setelah mengetahui percakapan itu, istri menelusuri informasi tersebut. Singkat cerita informasi itu sampai kepada orang tua korban. Berbututnya tersangka disidang oleh keluarga korban dan menyerahkannya ke polisi.

“Warga datang ke kami sambil menyerahkan tersangka. Selanjutnya kami melakukan penyelidikan dan penyidikan kepada tersangka,” ungkapnya.

Tersangka diserahkan, Senin 30 Agustus 2020, karena orang tua terlanjur sakit hati. Tersangka RY oleh keluarga korban dianggap bukan orang berbahaya. Tersangka sering bermain ke rumah korban kakak korban adalah teman tersangka.

Mengaku Tertarik dengan Kemolekan Korban

Tersangka mengaku sering bertemu dengan korban tertarik dengan kemolekan korban. Maka tersangka pun iseng meminta nomor handphone korban dan melanjutkan percakapan melakukan WhatsApp.

Di hadapan penyidik, tersangka mengakui perbuatannya. Dia mengaku persetubuhan dengan korban dilakukan di belakang rumah.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Tersangka diancam kurungan minimal lima tahun maksimal 15 tahun penjara. (win)

Berita Terkait