Bupati Lilis Pastikan Pendampingan Total bagi Korban di Buayan
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Jum, 9 Jan 2026
- visibility 3.188
- comment 0 komentar

Bupati Lilis Nuryani dan jajaran dinas terkait di rumah duka. (Foto: Hari)
BUAYAN (KebumenUpdate.com) – Di tengah suasana duka yang menyelimuti Desa Banyumudal Kecamatan Buayan, Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama jajaran dinas terkait mengunjungi kediaman keluarga almarhumah AA (44 tahun), Jumat 9 Januari 2026.
Kunjungan ini dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus memastikan langkah pendampingan psikologis dan bantuan darurat bagi anggota keluarga yang ditinggalkan pasca-peristiwa memilukan yang terjadi beberapa hari lalu.
“Pemerintah Kabupaten Kebumen hadir untuk memastikan keluarga yang ditinggalkan tidak sendirian. Kami memberikan dukungan moral, bantuan ekonomi, pendampingan psikologis, hingga pembebasan biaya visum. Harapannya, tragedi seperti ini tidak terulang kembali,” ungkap Bupati Lilis.
Dalam kunjungan ini, Bupati Lilis menyerahkan bantuan berupa santunan, paket sembako, alat sekolah, hingga mainan untuk AZ (8), putri almarhumah yang selamat dalam kejadian tersebut.
Sebagai langkah jangka panjang, Bupati juga menawarkan pekerjaan kepada paman dan bibi AZ agar mereka memiliki penghasilan stabil sehingga dapat fokus mendampingi tumbuh kembang sang keponakan di lingkungan yang aman.
Latar Belakang
Peristiwa ini diduga kuat dilatarbelakangi oleh tekanan ekonomi dan beban keluarga yang berat. Diketahui, suami almarhumah telah dua tahun meninggalkan rumah dan sulit dihubungi.
Sehari sebelum kejadian, almarhumah sempat mengirimkan pesan melalui WhatsApp, namun pesan tersebut hanya dibaca dan berujung pada pemblokiran kontak. Kondisi inilah yang disinyalir memicu tekanan psikologis luar biasa pada almarhumah.
Dampak paling berat kini dirasakan oleh putri sulungnya yang berusia 8 tahun. Ia tidak hanya kehilangan keluarga, namun juga mengalami trauma mendalam setelah sempat diajak oleh sang ibu untuk mengakhiri hidup bersama, meski ia berhasil menolak dan menyelamatkan diri.
Pemkab Kebumen kini berkomitmen melakukan pemetaan ulang warga pra-sejahtera agar bantuan sosial lebih tepat sasaran bagi mereka yang membutuhkan penguatan ekonomi.
Sejalan dengan arahan Bupati, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Kebumen telah bergerak cepat melakukan pendampingan psikososial sejak Rabu 7 Januari 2026.
Trauma Healing
Plt. Kepala UPTD PPA Kebumen, Arum Dwi L, menjelaskan bahwa timnya tengah fokus pada metode trauma healing yang ramah anak.
“AZ sempat menyaksikan kondisi ibu dan adiknya, bahkan ia berada dalam situasi yang sangat mengancam jiwanya sebelum akhirnya berhasil menyelamatkan diri. Saat ini, AZ menunjukkan tanda trauma seperti ketakutan kepada orang asing. Kami melakukan pendekatan melalui komunikasi ringan dan permainan agar ia merasa aman kembali,” jelas Arum.
Selain pendampingan pada anak, UPTD PPA juga membekali keluarga besar dengan edukasi cara berinteraksi dengan korban trauma, salah satunya dengan tidak mengulang cerita kejadian di depan anak.
Pemkab Kebumen menjamin pemantauan ini akan dilakukan secara berkelanjutan lintas sektor, guna memastikan hak pendidikan dan kesehatan AZ terpenuhi sepenuhnya.
Kunjungan ini sekaligus mengklarifikasi bahwa informasi yang beredar di media sosial mengenai jumlah korban meninggal dunia sebanyak tiga orang adalah tidak benar. Pemkab mengimbau masyarakat untuk tetap empati dan tidak menyebarkan informasi yang dapat menambah luka keluarga.
Berdasarkan data biodata dan catatan kependudukan, almarhumah AA (44) telah masuk dalam radar penerima berbagai bantuan sosial guna menopang kondisi ekonomi mereka.
Adapun rincian bantuan yang telah diterima oleh almarhumah meliputi:
- Bantuan Langsung Tunai (BLT): Tercatat menerima BLT Dana Desa pada tahun 2021 dan Bantuan Langsung Tunai Sementara pada tahun 2025.
- Program Ketahanan Pangan: Menerima Bantuan Pangan dari Bulog berupa beras dan minyak goreng pada tahun 2025, serta Bantuan Paket Sembako dari Dana Desa tahun 2025.
- Program Kesehatan Anak: Masuk dalam daftar penerima Program Permakanan Stunting selama dua tahun berturut-turut, yaitu pada tahun 2023 dan 2024. Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar