Agrinas Ambil Alih Pengelolaan Budidaya Udang Kebumen, Bupati Minta Masyarakat Dilibatkan
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Kam, 7 Agu 2025
- visibility 3.575
- comment 0 komentar

Audiensi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan PT Agrinas Jaladri di kediaman Bupati Lilis Nuryani. (Foto: Hari)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pengelolaan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Tegalretno, Petanahan, Kebumen akan dialihkan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kepada PT Agrinas Jaladri Nusantara.
Penugasan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tinggal Hermawan, saat audiensi di kediaman Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Kamis 7 Agustus 2025.
Direktur Operasional Agrinas, Surya Lung, menjelaskan bahwa Agrinas, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) fokus pada sektor usaha, akan mengambil alih pengelolaan BUBK.
“Ke depan fokus kami adalah terkait dengan budidaya BUBK, akan dialihkan ke kami dan akan kami kelola,” terang Surya Lung.
Ia menambahkan, KKP sebelumnya berfokus sebagai pemberi contoh budidaya udang yang baik, sedangkan Agrinas akan melanjutkan pengelolaan bisnis tersebut.
Merespons kabar ini, Bupati Kebumen Lilis Nuryani berpesan agar pelimpahan pengelolaan BUBK tetap melibatkan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya kerja sama ini untuk memberikan dampak positif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Jaminan Retribusi dan Inventarisasi Aset
Terkait retribusi untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen, Surya Lung menegaskan bahwa pihaknya menjamin jumlah yang diberikan tidak akan lebih rendah dari saat ini.
“Minimal tidak lebih rendah dari yang sekarang. Sistemnya mungkin bukan retribusi, bisa dengan skema yang lain atau apapun itu kami akan negosiasi dengan Pemda,” jelasnya.
Saat ini, proses inventarisasi aset untuk pelimpahan dari KKP kepada Agrinas masih berlangsung dan membutuhkan waktu.
Sebagai informasi, Kabupaten Kebumen telah menerima Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) perikanan budidaya sebesar Rp402.481.744 selama periode Januari hingga Juli 2025. Jumlah ini berasal dari BUBK Tegalretno dan diserahkan dalam tiga tahap.
Diketahui bahwa PT Agrinas Jaladri Nusantara adalah BUMN yang didirikan untuk mendukung swasembada pangan dan implementasi ekonomi biru.
Bidang usahanya mencakup perikanan tangkap, budi daya, pengolahan hasil perikanan, serta rantai pasok dengan pendekatan modern berbasis riset dan teknologi, yang berorientasi pada keberlanjutan. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar