10 Tahun Tinggal di Gubuk Reot, Mbah Ratinem Kini Bisa Tidur Nyenyak
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 3 Okt 2020
- visibility 5.775
- comment 0 komentar

Mbah Ratinem dan gubuk reot sebelum dibangun. (Foto: Istimewa)
AMBAL (KebumenUpdate.com) – Siapa pun akan merasa miris melihat kemalangan hidup yang dialami oleh Mbah Ratinem (70). Bagaimana tidak, di usia senjanya, warga Dusun Kembaran, Desa Entak, Kecamatan Ambal hidup sebatang kara.
Bahkan sudah 10 tahun ini, perempuan yang tidak memiliki anak kandung itu tinggal di sebuah gubuk reot. Gubuk ini lebih mirip kandang dibandingkan sebuah tempat tinggal manusia.
Tidak hanya itu, kondisi perempuan itu lumpuh, tidak bisa berjalan. Dalam beraktifitas sehari-hari dia hanya bisa ngesot. Sedangkan untuk makan sehari-hari Ratinem bergantung pada belas kasihan para tetangga sekitar. Setiap malam, Ratinem tak pernah bisa tidur nyenyak. Apalagi saat hujan, gubuknya sering kemasukan air.
Mbah Ratinem Kini Bisa Tidur Nyenyak

Gubuk reot Mbah Ratinem sebelum dan rumah sesudah dibedah Sedulur Kebumen. (Foto: FB/Hardi Nugroho)
Saat ini, Mbah Ratinem sudah bisa tidur nyenyak pada malam hari. Komunitas “Sedulur Kebumen” bersama Pemkab Kebumen, TNI dan Polri membangun rumah untuk Mbah Ratinem. Setelah direhabilitasi rumah barunya berukuran 6×4,5 meter saat ini sudah sangat layak huni.
Kunci rumah baru tersebut diserahterimakan, Jumat, 2 Oktober 2020 sore. Peresmian bedah rumah dilakukan oleh Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan. Kemudian penyerahan kunci dilakukan oleh Dandim 0709 Letkol Kav MS Prawira Negara Matondang.
Program Bedah Rumah Murni Sosial

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengajak berbincang Mbah Ratinem. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Tampak sesepuh Sedulur Kebumen Sugeng Budiawan dan sejumlah anggota seperti Hardi Nugroho dan Hargo Yohanes. Hadir pula jajaran Muspika Kecamatan Ambal.
“Terima kasih kepada Sedulur Kebumen yang telah memperbaiki rumah Mbah Ratinem. Sehingga rumah barunya saat ini sudah sangat layak,” ujar Kepala Desa Entak, Sumardi menyampaikan sambutan.
Sesepuh Sedulur Kebumen, Sugeng Budiawan menyampaikan bahwa program bedah rumah ke-26 itu berjalan berkat kekompokan seluruh anggota Sedulur Kebumen. Aksi sosial itu murni sebagai bentuk kepedulian terhadap warga kurang beruntung di Kebumen.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah rela berbagi untuk masyarakat kurang beruntung,” ujar bos Muncul Group Kebumen tersebut.
Pesan Orang Tua untuk Peduli Sesama

Kapolres dan Dandim 0709 bersalam komado. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Ya, di tengah kesibukan memimpin perusahaan, Sugeng Budiawan masih menyempatkan diri untuk mengurusi secara langsung kegiatan sosial tersebut. Menurut Sugeng, kepeduliannya terhadap warga yang kurang beruntung merupakan pesan dari kedua orang tuanya.
“Kita ini lahir dan tinggal di Kebumen, sudah semestinya peduli dengan Kebumen, termasuk warganya yang kurang beruntung,” imbuhnya.
Ditanya bagaimana masih memiliki waktu untuk kegiatan-kegiatan sosial, di tengah banyaknya pekerjaan, Om Sugeng, sapaan akrabnya, hanya tersenyum. “Kita yang harus mengatur waktu, jangan sampai kita diatur oleh waktu,” jawabnya. (ndo)







Saat ini belum ada komentar