Grand Final Duta Pelajar Peduli HIV-AIDS 2025: Komitmen Kebumen Perangi Stigma dan Edukasi Sejak Dini
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Ming, 22 Jun 2025
- visibility 820
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Suasana Pendopo Kabumian pada Minggu malam, 22 Juni 2025, begitu meriah dan mendebarkan dengan gelaran Grand Final Pemilihan Duta Pelajar Peduli HIV-AIDS Kabupaten Kebumen Tahun 2025.
Acara bergengsi ini menjadi puncak dari serangkaian tahapan seleksi ketat yang bertujuan melahirkan generasi muda pelopor dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di Kebumen.
Dari total 142 peserta yang mendaftar dari berbagai SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Kebumen, akhirnya terpilih 20 finalis terbaik yang siap berkompetisi menunjukkan dedikasi dan pemahaman mereka. Tahapan seleksi yang telah dilalui meliputi seleksi administrasi, tes tertulis, hingga wawancara mendalam.
Acara Grand Final ini dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Edi Rianto, Asisten Pemerintahan R Agung Pambudi, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kebumen, Tjahjo Sambodo.
Turut hadir pula pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta orang tua dan pendukung setia para finalis, menambah semarak dan antusiasme malam itu.
Empat dewan juri berkompeten dipercaya untuk menilai para finalis, yaitu dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, Hj. Nurjanah, S.Pd.I., Dr. Herniyatun, S.Kep., M.Kep., Sp.Mat., Novanda Alim, S.S., M.Hum., dan dr. Aris Eko Sulistiono, M.M. Kehadiran mereka menjamin objektivitas dan kualitas penilaian dalam menentukan duta terbaik.
Perjalanan Panjang Menuju Grand Final
Dalam laporannya, Kabag Kesra Setda Kebumen Tjahjo Sambodo, merinci perjalanan panjang seleksi ini.
“Tahap pendaftaran seleksi administrasi diikuti oleh 142 peserta dari berbagai SMA, SMK, dan MA. Kemudian, tes tulis menyaring menjadi 132 peserta, dan wawancara menghasilkan 40 kandidat. Malam ini, di tahap grand final, diikuti oleh 20 finalis dari 12 sekolah,” jelas Tjahjo Sambodo.
Ke-20 finalis tersebut berasal dari sekolah-sekolah di Kebumen, antara lain: SMAN 1 Gombong (1 finalis), SMKN 1 Gombong (1 finalis), SMKN 1 Rowokele (1 finalis), SMAN 1 Kebumen (2 finalis), dan SMAN Kebumen (2 finalis).
Lalu SMAN 1 Prembun (4 finalis), SMKN 1 Ambal (1 finalis), MAN 3 Kebumen (2 finalis), MAN 4 Kebumen (1 finalis), MA Plus Nururrohmah (2 finalis), SMAN 1 Pejagoan (2 finalis), dan SMK Tamtama Karanganyar (1 finalis).
Para finalis memperebutkan hadiah berupa trofi dan total uang pembinaan senilai Rp 19 juta. Hadiah ini terbagi untuk juara 1, 2, 3, juara favorit, juara inspiratif, dan beberapa kategori lainnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dan panitia yang telah sukses menggelar acara ini.
“Acara ini bukan hanya sekadar lomba, tetapi merupakan gerakan bersama untuk menumbuhkan kepedulian terhadap HIV-AIDS di lingkungan kita. Ini adalah persoalan nyata yang perlu kita hadapi dengan tindakan yang tepat. HIV bukan hanya soal medis, tetapi juga soal moral,” tegas Bupati Lilis.
Kepada para finalis, Bupati berharap agar mereka dapat menjadi role model, agen perubahan, bertanggung jawab, dan aktif dalam mengedukasi masyarakat luas.
“Pemerintah Kabupaten Kebumen berkomitmen penuh dalam upaya pencegahan HIV-AIDS, termasuk mewujudkan Kebumen yang ramah anak dan perempuan. Siapapun yang nanti terpilih, kalian semua adalah pemenang,” pungkas Bupati Lilis, memberikan semangat kepada seluruh finalis.
Momen Grand Final juga menjadi ajang bagi setiap finalis untuk menunjukkan pemahaman dan visi mereka melalui sesi tanya jawab langsung dengan dewan juri, yang menjadi penentu akhir siapa yang akan menyandang predikat Duta Pelajar Peduli HIV-AIDS Kebumen 2025.







