Di Balik Permukaannya yang Tandus, Tersimpan Eksotisme dan Keindahan Perut Bumi (4)
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Ming, 17 Sep 2023
- visibility 3.928
- comment 0 komentar

MELEWATI ratusan anak tangga yang terbuat dari beton cukup membuat letih dan ngos-ngosan peserta, termasuk saya sendiri. Anggap saja pemanasan sebelum memasuki Gua Petruk di mana merupakan situs geologi yang terbentuk dari proses alamiah di Kawasan Karst Gombong Selatan.
Oya, Gua Petruk juga merupakan salah satu geosite yang ada di Geopark Kebumen (dulu Geopark Karangsambung Karangbolong) dengan simbol KGS 30. Gaspala sudah cukup sering mengunjunginya.
Baca juga: Di Balik Permukaannya yang Tandus, Tersimpan Eksotisme dan Keindahan Perut Bumi (3)

Ornamen Batu Lonceng di dalam Gua Petruk. (Foto: Hari)
Dari sejak saya masuk SMA Negeri 2 Kebumen atau saat kelas X (sepuluh), Gaspala sudah mengajak ke sini. Termasuk saat jadi pengurus juga masih ke Gua Petruk. Namun jika mendengar cerita alumni-alumni angkatan 5-10 (1995-2000), dulu kegiatan caving mereka ke Gua Penganten (sekarang menjadi wisata Bukit Pengantin), masuk Desa Redisari Kecamatan Rowokele.
Pernah juga Gaspala mengunjungi Gua Barat sewaktu kepengurusan Angkatan 24 Metamorf dengan peserta Angkatan 25 Atmosfer. Namun tidak sampai di lokasi Superman Big Sister, hanya separuh perjalanan lalu kembali.
Nama Gua Petruk berasal dari ornamen batuan di dalam gua yang mempunyai bentuk seperti hidungnya Petruk, nama tokoh Punokawan yang berbadan tinggi dan hidungnya sangat mancung. Karena penambangan phosfat di masa penjajahan Belanda, batu berbentuk hidung Petruk tersebut putus dan kini sudah tak kelihatan lagi.







Saat ini belum ada komentar