Program 100 Hari Kerja Lilis-Zaeni: Kebumen Manfaatkan Sampah Jadi RDF, Hemat Anggaran Hingga 50%
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Kam, 24 Apr 2025
- visibility 1.863
- comment 0 komentar

Wakil Bupati Zaeni Miftah meninjau alat pencacah sampah yang menghasilkan RDF di TPST Kebumen. (Foto: Hari)
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kelautan dan Perikanan (DLHKP) Kabupaten Kebumen, Asep Nurdiana, menjelaskan bahwa RDF yang dikirim saat ini masih berupa curah karena TPST Kebumen belum memiliki peralatan untuk memproduksi RDF berbentuk pelet atau balok.
“Kita belum punya alatnya untuk membuat yang pelet/balok,” katanya.
Lebih lanjut, Asep Nurdiana menambahkan bahwa pihaknya telah mengalokasikan anggaran dalam APBD perubahan tahun ini untuk pengembangan TPST Semali. Pengembangan tersebut meliputi pengadaan peralatan pemilahan hingga pencacahan sampah, serupa dengan proses yang berjalan di TPST depan Stadion Chandradimuka.
Kerja sama awal ini terjalin dengan PT SBI Cilacap. Asep juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 26 TPST di Kebumen, namun hanya sekitar 15 yang aktif beroperasi. Sementara itu, dari 57 bank sampah yang ada, sebagian besar fokus pada pengumpulan sampah bernilai ekonomi.
Karena itu, TPST memiliki peran lebih komprehensif dalam mengolah sampah organik menjadi kompos dan maggot, serta mengolah sampah anorganik yang memiliki nilai menjadi bahan RDF.
Mengenai kualitas RDF yang dikirim, Asep menjelaskan bahwa tim dari PT SBI telah melakukan pengecekan visual dan mengindikasikan kualitas yang baik karena tingkat kekeringannya. Kualitas RDF sendiri memiliki empat kriteria berdasarkan kandungan airnya.














Saat ini belum ada komentar