Napak Tilas Pendiri Kebumen: Rangkaian Hari Jadi ke-397 Dimulai dengan Ziarah Tokoh Leluhur
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Rab, 19 Agu 2026
- visibility 174
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Memasuki puncak peringatan Hari Jadi ke-397 Kabupaten Kebumen, jajaran Pemerintah Kabupaten Kebumen melaksanakan tradisi ziarah ke makam para pemimpin terdahulu, Rabu, 19 Agustus 2026.
Kegiatan sakral ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus wujud rasa syukur untuk mengenang jasa para pendahulu yang telah meletakkan fondasi dan membangun peradaban di bumi Kebumen.
Rombongan ziarah dipimpin langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Kebumen, didampingi oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hadir pula unsur Forkopimcam dan Pemerintah Desa setempat.
Rute ziarah diawali di makam Ki Ageng Bodronolo yang terletak di Desa Karangkembang, Kecamatan Alian. Di lokasi ini, Bupati dan rombongan disambut hangat oleh Forkopimcam Alian dan Pemdes Karangkembang sebelum memanjatkan doa bersama yang dipimpin oleh juru kunci makam, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga.
Usai dari makam Ki Ageng Bodronolo, rombongan melanjutkan perjalanan ziarah ke makam leluhur dan bupati terdahulu lainnya, di antaranya kompleks makam KRT Kolopaking, KPA Bumidirdjo, dan KRT Arungbinang.
Sejarah pemerintahan dan kepemimpinan di Kebumen sendiri memiliki akar yang panjang, berawal dari masa Kadipaten pada era Ki Ageng Bodronolo, dilanjutkan oleh Hastrosuto, serta rentetan kepemimpinan keluarga besar Kalapaking, dan Arungbinang hingga masa modern.
Mengenal Ki Ageng Bodronolo, Tokoh Sentral Cikal Bakal Kebumen
Ki Ageng Bodronolo adalah figur historis yang memegang peran dalam sejarah awal Kebumen sebagai Bupati pertama Panjer. Sebagai orang kepercayaan Sultan Agung Mataram, ia memiliki andil besar dalam menyuplai logistik bagi pasukan Mataram saat penyerangan ke Batavia.
Di balik sejarah kepemimpinannya, Desa Karangkembang di Kecamatan Alian menyimpan kisah tersendiri. Setelah masa baktinya berakhir, Ki Ageng Bodronolo memilih hidup sebagai pertapa (mandito) di Gunung Geong.
Saat membuka lahan (babat alas), ia menemukan banyak pohon kolang-kaling. Dari sisa-sisa pembersihan tersebut, justru tumbuh subur aneka bunga atau kembang dalam bahasa Jawa, yang kemudian menginspirasi penamaan Desa Karangkembang.
Di kompleks desa ini pula, selain makam Ki Ageng Bodronolo, terdapat petilasan Sendang Beji Kuwarasan yang menjadi saksi bisu perjalanan hidup sang tokoh.
Melalui tradisi ziarah tahunan ini, Pemkab Kebumen berharap semangat perjuangan, keteladanan, dan dedikasi para leluhur dapat terus hidup menginspirasi generasi masa kini dalam membangun Kebumen yang lebih maju. **Makin Tahu Indonesia














Saat ini belum ada komentar