Lima Tahun Terakhir Pernikahan di Kebumen Menurun, Faktor Ekonomi Jadi Sorotan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 20 Jan 2026
- visibility 511
- comment 0 komentar

Foto Ilustrasi by Canva
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Tren pernikahan di Kabupaten Kebumen terus menurun dalam lima tahun terakhir. Data Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kebumen menunjukkan jumlah peristiwa nikah melandai sejak 2022 hingga awal 2026.
Pada 2020, tercatat 10.763 pasangan menikah. Angka tersebut sempat naik menjadi 10.788 pada 2021. Namun, jumlah pernikahan turun menjadi 9.662 pada 2023.
Tren penurunan berlanjut menjadi 8.983 pada 2024. Pada akhir 2025, jumlah pernikahan tercatat hanya 8.595 pasangan.
Kepala Kemenag Kebumen, Anif Solikhin, menyebut penurunan ini terjadi secara nasional. Ia menjelaskan banyak faktor yang membuat generasi muda menunda pernikahan.
Kemenag Siapkan Program Nikah Massal
Kemenag Kebumen kini menyiapkan program nikah massal dan isbat nikah massal. Program ini menyasar warga yang memiliki kendala administratif dan ekonomi. Kemenag juga berkoordinasi dengan Pengadilan Agama untuk membahas teknis pelaksanaan.
Selain itu, Kemenag memperkuat bimbingan perkawinan bagi remaja. Program ini bertujuan membekali calon pasangan dengan kesiapan mental dan fisik. Anif menekankan pentingnya menikah pada usia dewasa yang produktif.
Ia juga mengingatkan agar setiap pernikahan tercatat secara resmi oleh negara. Pencatatan resmi memberikan perlindungan hukum bagi suami, istri, dan anak.
Faktor Ekonomi Jadi Alasan Generasi Muda Tunda Menikah
Sementara itu, secara nasional, angka pernikahan juga mengalami penurunan tajam. Data BPS dan Sistem Informasi Manajemen Nikah mencatat jumlah pernikahan turun dari 2,1 juta pada 2014 menjadi 1,4 juta pada 2025. Penurunan hampir 30 persen ini mencerminkan perubahan pola demografi.
Faktor ekonomi menjadi alasan utama generasi muda menunda menikah. Banyak calon pasangan mengaku belum siap membangun rumah tangga secara finansial.







Saat ini belum ada komentar