Lestarikan Kearifan Lokal, SMA Negeri 1 Klirong Luncurkan Batik Identitas dan Galeri Seni Kawung Wolu
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 8 Nov 2025
- visibility 418
- comment 0 komentar

Peluncuran batik identitas sekolah bertajuk "Mbatik Dhewek Dienggo Dhewek” serta meresmikan Galeri Seni “Kawung Wolu" di SMAN 1 Klirong. (Foto: Istimewa)
KLIRONG (KebumenUpdate.com) – SMA Negeri 1 Klirong menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal dengan meluncurkan batik identitas sekolah bertajuk “Mbatik Dhewek Dienggo Dhewek” serta meresmikan Galeri Seni “Kawung Wolu”, Sabtu 8 Nopember 2025.
Kegiatan yang digelar di aula utama sekolah ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr Sadimin SPd SSos SIPem MEng. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi langkah kreatif SMA N 1 Klirong yang berhasil menanamkan nilai budaya sekaligus membangun kebanggaan terhadap kearifan lokal.
“Batik adalah simbol identitas bangsa. Saat sekolah menciptakan motif sendiri, berarti sekolah tersebut menanamkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap budaya lokal sejak dini,” ujar Sadimin yang disambut tepuk tangan peserta.
Makna dan Filosofi Batik Sekolah
Kepala SMA Negeri 1 Klirong, Elok Nur Faiqoh SPd menjelaskan bahwa batik “Mbatik Dhewek Dienggo Dhewek” merupakan hasil karya kolektif keluarga besar sekolah, mulai dari guru, siswa, hingga tenaga kependidikan.
“Nama ini memiliki filosofi bahwa batik ini dibuat oleh kami sendiri dan dipakai oleh kami sendiri. Ini menjadi simbol kemandirian, kebersamaan, dan rasa bangga terhadap identitas sekolah,” tuturnya.
Motif “Kawung Wolu” yang digunakan dalam desain batik menggambarkan harmoni, ketulusan, serta semangat gotong royong. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan visi SMA N 1 Klirong dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak dan berbudaya.
Galeri Seni “Kawung Wolu”: Ruang Kreatif Siswa
Selain peluncuran batik, sekolah juga meresmikan Galeri Seni “Kawung Wolu” sebagai ruang ekspresi dan pembelajaran berbasis budaya. Galeri ini menampung karya siswa di bidang seni rupa, kriya, dan desain, sekaligus menjadi sarana menumbuhkan apresiasi terhadap seni tradisional dan modern.
Kegiatan peresmian berlangsung meriah dengan berbagai penampilan tari tradisional, musik gamelan, dan pameran batik hasil karya siswa. Acara tersebut turut dihadiri oleh Forkopimcam Klirong, Komite Sekolah, perwakilan Dinas Pendidikan Kebumen, serta tokoh masyarakat setempat.
Sekolah Berbudaya dan Berkarakter
Melalui peluncuran batik dan galeri seni ini, SMA Negeri 1 Klirong menegaskan perannya sebagai sekolah berbudaya yang menumbuhkan kreativitas dan karakter siswa. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah untuk menjadikan pendidikan lebih kontekstual dengan kehidupan sosial-budaya masyarakat.
“Kami ingin sekolah menjadi pusat lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap budaya dan nilai-nilai luhur bangsa,” pungkas Elok. Makin tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar