Julukan “Bapak Aglomerasi” Disematkan kepada Gubernur Ahmad Luthfi Usai Sukses SGS 2025
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 4 Agu 2025
- visibility 1.213
- comment 0 komentar

Gubernur Ahmad Luthfi saat penutupan Soloraya Great Sale 2025. (Foto: Humas Jateng)
KARANGANYAR (KebumenUpdate.com) – Kesuksesan Soloraya Great Sale (SGS) 2025 membawa dampak besar tidak hanya dalam perputaran ekonomi, tapi juga dalam penguatan kerja sama lintas daerah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pun dianugerahi gelar “Bapak Inisiator Aglomerasi” oleh tujuh Kadin se-Soloraya, sebagai bentuk apresiasi terhadap kepemimpinannya mendorong sinergi regional.
“Tidak berlebihan kalau kami menyebut Gubernur Jawa Tengah sebagai Bapak Inisiator Aglomerasi. Beliau mampu menyatukan langkah seluruh daerah di Soloraya dalam satu nafas pembangunan ekonomi bersama,” ujar Ferry S Indiarto, Ketua Kadin Surakarta sekaligus Ketua Pelaksana SGS 2025, dalam acara penutupan di De Tjolomadoe, Minggu malam 3 Agustus 2025.
Menurut Ferry, SGS 2025 merupakan laboratorium nyata bagaimana pendekatan aglomerasi mampu menciptakan perspektif baru dalam membangun skala ekonomi yang lebih besar. Event ini menjangkau lebih dari 27 ribu tenant dan 182 ribu pelanggan dengan 5,4 juta frekuensi transaksi selama satu bulan, menghasilkan nilai transaksi fantastis senilai Rp10,7 triliun.
Aglomerasi Jadi Instrumen Pembangunan Ekonomi Regional
Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi menekankan bahwa aglomerasi bukan hanya strategi, tapi kebutuhan untuk membangun konektivitas antarwilayah demi pertumbuhan ekonomi yang merata.
“Soloraya Great Sale adalah contoh bahwa satu kabupaten/kota tidak bisa berdiri sendiri. Butuh kolaborasi, sinergi, dan semangat bersama untuk menciptakan kekuatan ekonomi baru,” ungkapnya.
Menurutnya, gerakan aglomerasi yang telah dimulai dari Soloraya akan direplikasi ke lima eks karesidenan lain di Jawa Tengah, yakni Pati Raya, Pekalongan Raya, Semarang Raya, Banyumas Raya, dan Kedu Raya. Langkah ini juga mendukung posisi strategis Jawa Tengah sebagai pusat ekonomi nasional, dengan nilai investasi yang telah mencapai Rp45,2 triliun hingga triwulan II 2025.
Dukungan KADIN Indonesia: Jadi Studi Kasus Nasional
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengapresiasi inisiatif ini sebagai model pembangunan yang patut ditiru. Ia menyebut pola aglomerasi yang dikembangkan Gubernur Ahmad Luthfi sebagai contoh kepemimpinan yang visioner dan berdampak.
“Bagi kami, yang paling penting dalam pembangunan adalah leadership. Dan kepemimpinan Pak Gubernur telah menunjukkan arah yang jelas bagi pertumbuhan ekonomi daerah berbasis kolaborasi,” kata Anindya.









Saat ini belum ada komentar