Gubernur Ahmad Luthfi Ajak PMII Dampingi Desa Miskin di Jawa Tengah
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 3 Agu 2025
- visibility 1.243
- comment 0 komentar

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyampaikan sambutan. (Foto: Humas Jateng)
Ia menyebut, indikator kemiskinan yang harus dijawab mencakup sektor pendidikan, kesehatan, kebutuhan pokok, dan rumah layak huni. Mahasiswa diminta tidak hanya mendampingi, tetapi juga mengawasi program yang dijalankan dan melaporkan hasilnya secara berkala.
“Mahasiswa harus ikut mengawasi. Kita evaluasi setiap tiga bulan. Kolaborasi ini adalah bentuk tangan terkepal menuju Jawa Tengah yang lebih maju,” ujar Luthfi.
Angka Kemiskinan Turun, Perlu Dikawal Lebih Ketat
Gubernur Ahmad Luthfi juga memaparkan bahwa angka kemiskinan di Jawa Tengah telah turun dari 9,58% pada September 2024 menjadi 9,48% di tahun 2025. Meski turun, ia mengingatkan bahwa masih banyak desa-desa miskin yang membutuhkan perhatian lebih.
Untuk itulah, sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan mahasiswa seperti PMII menjadi penting. Kehadiran mahasiswa dianggap sebagai energi segar untuk mendorong efektivitas program pembangunan sosial.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita perlu semangat kolektif. Anda semua orang pergerakan. Jangan berhenti. Jangan stagnan. Bergerak dan lakukan eksplorasi nyata di lapangan,” pungkas Luthfi di hadapan ratusan kader PMII.








Saat ini belum ada komentar