Geopark Kebumen Perkuat Jejaring Internasional di APGN Symposium 2026 Langkawi
- account_circle Anindya Astadewi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 80
- comment 0 komentar

Para delegasi Geopark Indonesia foto bersama di sela-sela mengikuti Asia-Pacific Geoparks Network (APGN) Symposium 2026 di Langkawi, Malaysia, Kamis (10/9/2026). (Foto: Istimewa)
“Yang jelas, membuka perspektif baru dalam pengelolaan geopark,” ujar anggota Bidang Litbang dan Kebudayaan Badan Pengelola Kebumen UGGp tersebut.
Menurut dia, pertukaran pengalaman antargeopark menjadi salah satu manfaat penting dari keikutsertaan dalam forum internasional tersebut. Pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bahan pembelajaran dalam pengembangan pengelolaan Geopark Kebumen ke depan.

Geopark dan Tantangan Perubahan Iklim
APGN Symposium 2026 juga menempatkan geowisata, konservasi, pemberdayaan masyarakat dan ketahanan terhadap perubahan iklim sebagai bagian dari pembahasan geopark masa kini.
Koordinator APGN, Prof Jin Xiaochi dari China, dalam pembukaan symposium menekankan pentingnya kontribusi seluruh geopark dalam memperkuat jaringan Asia-Pasifik. Ia menyebut APGN kini memiliki 99 geopark dalam jejaringnya.
Jin juga mengapresiasi penyelenggaraan symposium oleh tim Langkawi serta keterlibatan mahasiswa dan generasi muda. Menurutnya, keterlibatan generasi muda dapat membantu memperluas pemahaman masyarakat mengenai nilai dan semangat geopark.
Sementara itu, Presiden Global Geoparks Network Prof Artur Sa memberikan apresiasi kepada Langkawi UNESCO Global Geopark sebagai tuan rumah APGN Symposium 2026.
Dalam keynote presentation, Artur menyoroti potensi besar geowisata. Menurutnya, sekitar 550 juta wisatawan setiap tahun mengunjungi 241 geopark di 51 negara.
Ia juga menekankan bahwa geopark memiliki peran dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai perubahan iklim sekaligus membangun ketahanan wilayah.
“Geoparks should act as climate resilience territories,” ujar Artur Sa.
Selain sesi ilmiah, APGN Symposium 2026 menggelar Geopark Fair, pertemuan antardelegasi dan berbagai agenda jejaring internasional. Peserta juga mengikuti official dinner reception yang diresmikan Deputy Minister of Natural Resources and Environmental Sustainability (NRES) Malaysia.
Agenda tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan International Day of Caves and Karst, yang mengangkat pentingnya perlindungan dan pengelolaan berkelanjutan kawasan gua serta bentang alam karst. *** Makin tahu Indonesia
- Penulis: Anindya Astadewi
- Editor: Hanny Garnet














Saat ini belum ada komentar