Dieng Culture Festival: Bocah Ini Minta Rambut Gimbalnya Dipotong oleh Gubernur Ahmad Lutfi dan AHY
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 24 Agu 2025
- visibility 1.132
- comment 0 komentar

Gubernur Ahmad luthfi memotong rambut gimbal. (Foto: Humas Jateng)
BANJARNEGARA (KebumenUpdate.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengikuti prosesi ruwatan potong rambut gimbal atau anak bajang dalam rangkaian Dieng Culture Festival (DCF) 2025 di Kompleks Candi Arjuna, Minggu, 24 Agustus 2025.
Dalam prosesi itu, Ahmad Luthfi bersama Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendapat permintaan khusus dari Faiza Ahmad Al-Afghani (7), anak bajang asal Kulon Progo, DIY. Faiza meminta rambut gimbalnya dipotong langsung oleh Ahmad Luthfi dan AHY, serta syarat berupa mobil-mobilan remote control.
Tahun ini terdapat sembilan anak bajang yang diruwat, dengan permintaan unik mulai dari sepeda hingga mainan. Mereka berasal dari berbagai daerah, bukan hanya dari Banjarnegara atau Dieng.
Tradisi potong rambut gimbal menarik perhatian wisatawan. Desi, pengunjung asal Denpasar, mengaku terkesan dengan prosesi sakral tersebut.
“Semalam ada pesta lampion, hari ini potong rambut gimbal. Menarik sekali, saya baru tahu ada tradisi seperti ini di Dieng,” ujarnya.
Menjadi Simbol Pendewasaan Anak
AHY menyebut pengalaman memotong rambut gimbal anak bajang sebagai momen berkesan. Menurutnya, tradisi ini sarat makna budaya sekaligus menjadi simbol pendewasaan anak.
“Prosesi ini diyakini menghilangkan hal-hal buruk. Semakin kita mendampingi anak-anak, mereka akan tumbuh dengan karakter dan nilai kebangsaan yang kuat,” kata AHY.
Selain itu, AHY juga terkesan dengan Simphony Dieng pada Sabtu malam, 23 Agustus 2025. Menurutnya, keindahan alam Dieng berpadu harmonis dengan pertunjukan musik yang disaksikan ribuan wisatawan dari dalam dan luar negeri.
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, tradisi potong rambut gimbal perlu terus dilestarikan dan dipromosikan sebagai daya tarik wisata dunia.
“Tradisi ini akan kita besarkan agar mancanegara tertarik. Sudah tepat jika ruwatan rambut gimbal dijadikan destinasi budaya berkelas internasional,” tegasnya.








Saat ini belum ada komentar