Buruh dan Mahasiswa Demo Kenaikan BBM Bersubsidi, Ini Respon Beda Bupati dan DPRD Kebumen
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 17 Sep 2022
- visibility 3.325
- comment 0 komentar

Peserta aksi membentangkan poster. (Foto: Padmo)
Di depan gedung dewan, sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiwa dan polisi. Massa aksi kesal lantaran tidak ada satu pun anggota dewan yang mau menemuinya di luar. Sementara waktu sudah semakin sore. Sedangkan teriakan kritik untuk para anggota legislatif ini terus menggema di atas panggung.
“Kami minta kepada bapak-bapak yang katanya terhormat untuk keluar menemui kami para mahasiswa. Jangan menjadi cemen ayok keluar sudah sore pak,” seru Rian Jafar Sodik, korlap aksi dari PMII.
Tuntutan Peserta Aksi Kepada Pemerintah

Peserta aksi berjalan menuju Pendopo Kabumian. (Foto: Padmo)
Ketua KSPSI Kebumen Akif Fatwal Amin menyampaikan bahwa adanya kenaikan harga BBM sangat memberatkan. Terlebih masyarakat baru akan bangkit dari Pademi Covid-19 yang dua tahun melanda.
Untuk itu dalam tuntutannya, pihaknya dengan tegas menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. Turunkan BBM bersubsidi ke harga semula dengan cara apapun.
Baca Juga: Mahasiswa Kebumen Tolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, Ini Alasannya
Jika tuntutan tersebut tidak bisa dipenuhi, maka mereka meminta Pemkab Kebumen bersama DPRD Kebumen untuk berpihak kepada rakyat dengan cara;
- Memberikan upaya riil guna menekan laju inflasi dan mengembalikan daya beli masyarakat;
- Naikan UMK secara signifikan;
- Perlindungan terhadap masyarakat ekonomi rentan;
- Menyampaikan seluruh tuntutan masa aksi kepada Pemerintah Pusat.
“Kami percaya Pemkab dan DPRD Kebumen masih punya hati nurani. Masih bersama rakyat jelata dan masih membela wong cilik. Bukan rezim tiranik dan otoriter. Maka dari itu, buktikan. Kami menunggu realisasi janji-janji manis ketika kampanye pencalonan,” jelas Akip Fatwal Amin.









Saat ini belum ada komentar