Ahmad Luthfi Nyoto Bareng Anak Difabel, Ajak Wujudkan Jawa Tengah Inklusi
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 28 Okt 2025
- visibility 470
- comment 0 komentar

Gubernur Ahmad Luthfi saat makan soto bareng anak-anak difabel Warung Soto Pak Wito Cabang Kariadi, Kota Semarang. (Foto: Humas Jateng)
SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menunjukkan kedekatannya dengan kelompok disabilitas melalui cara sederhana. Ia makan soto bersama anak-anak difabel di Warung Soto Pak Wito Cabang Kariadi, Kota Semarang, Selasa 28 Oktober 2025.
Pertemuan itu berlangsung hangat. Ahmad Luthfi tampak akrab berdialog dengan para difabel. Ia bahkan beberapa kali memeluk dan mengelus kepala anak-anak yang duduk di sampingnya. Suasana makin haru ketika beberapa peserta tampil membaca puisi dan menyanyi.
“Saya adalah Bapaknya Difabel Jawa Tengah. Setiap kunjungan di daerah, saya selalu menyempatkan diri bertemu mereka. Saya juga punya anak difabel, dan sejak kecil kami sangat dekat. Saya tidak pernah malu maupun canggung,” ujar Ahmad Luthfi.
Menurutnya, kelompok difabel bukan sekadar objek perhatian, melainkan memiliki hak dan kesempatan yang sama dengan masyarakat lainnya. Prinsip kesetaraan itu menjadi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk terus diwujudkan.
“Mereka memiliki kebahagiaan di tengah keterbatasan. Pemerintah wajib hadir memberi jaminan terhadap pekerjaan, keterampilan, dan usaha mereka agar memiliki daya guna bagi diri sendiri dan orang lain,” tegasnya.
117.404 Penyandang Disabilitas di Jawa Tengah
Pemprov Jawa Tengah mencatat terdapat 117.404 penyandang disabilitas, atau sekitar 0,003 persen dari total penduduk. Pemerintah berkomitmen mewujudkan Jawa Tengah sebagai provinsi inklusi melalui berbagai program nyata, seperti pemenuhan kebutuhan dasar, akses pendidikan, pembukaan lapangan kerja, dan peningkatan aksesibilitas.
Salah satu program unggulan yakni “Kecamatan Berdaya”, yang mewadahi kelompok difabel, perempuan, lansia, dan pemuda. Program ini juga memberikan perlindungan hukum serta pendampingan usaha bagi kelompok rentan.
Selain itu, Pemprov Jateng terus mendorong perusahaan, baik BUMD, BUMN, maupun swasta, untuk memberi ruang kerja bagi penyandang disabilitas.
“Kesempatan kerja bagi difabel minimal 2% di BUMD atau BUMN dan 1% di perusahaan swasta. Program ini sudah berjalan di Jawa Tengah dan akan terus kami dorong,” tambah Luthfi.
Acara makan soto bersama ini digagas oleh pemilik Warung Soto Pak Wito sebagai bagian dari tasyakuran satu tahun pembukaan cabang Kariadi. Dalam kesempatan itu, Pak Wito mendeklarasikan komitmennya menjadi sahabat difabel.
“Mulai hari ini dan seterusnya, saya akan menjadi sahabat difabel. Saya akan terus mendukung mereka,” ujarnya. Makin Tahu Indonesia











Saat ini belum ada komentar