Nyinom: Rumah Teh Pertama di Kebumen
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 3 Okt 2019
- visibility 21.779
- comment 0 komentar

Di rumah teh Nyinom menyeduh teh dengan standar tertentu. (Foto: Sigit-KebumenUpdate)
Ketika pengunjung datang ke Nyinom, mereka akan dipersilahkan untuk mencium aroma teh yang sudah disediakan di wadah-wadah kecil untuk kemudian memilih yang disukai. Teh kemudian diseduh dengan teknik khusus sehingga aroma teh tetap terasa kuat dan wangi. Teh disajikan panas atau dingin tergantung permintaan.
“Nyinom menyeduh teh dengan standar tertentu, meliputi takaran teh, suhu air dan lama memasak. Bahkan pH air pun kami perhitungkan. Mungkin tak banyak yang tahu bahwa suhu dan lama memasak yang tidak benar bisa menyebabkan teh gosong sehingga merusak aroma dan rasa,” jelas Bondan yang juga seorang fotografer.
Uniknya, untuk teman minum teh disediakan berbagai kudapan khas tempo dulu seperti seperti lanthing golak , grobi dan bolu emprit.
Baca Juga: PT KAI Sediakan Gerbong Sepeda, Kebumen Dilirik Wisatawan Gowes
“Khusus akhir minggu kami juga menyediakan nasi pithi among-among. Ini adalah nasi yang biasa dihidangkan di kampung jaman dahulu ketika ada keluarga yang melakukan doa syukuran. Selain menjaga otentitas menu, nasi ini juga kami sajikan dalam wadah besek bambu,” imbuh Bondan.

Nyinom menawarkan pengalaman minum teh yang unik dan berkesan. (Foto: Sigit-KebumenUpdate)
Khusus hari Minggu disiapkan kethek challenge, yaitu menu makanan khas Kebumen terbuat dari ampas sisa minyak kelapa. Menu ini sengaja ditujukan untuk para tamu yang ingin menikmati kudapan khas Kebumen yang semakin sulit didapatkan di pasaran.
Salah satu pelaku wisata yang sedang berkunjung, Moch Solikin (41) mengatakan bahwa dia sengaja membawa tamunya ke Rumah Teh Nyinom karena ingin menyuguhkan tempat makan yang tidak hanya mencari rasa enak dan kenyang, tapi juga memberi kesan dan pengalaman unik.
“Tamu-tamu yang saya bawa kebanyakan datang dari kota besar. Pada saat mencari tempat makan, pilihan mereka selalu tempat yang menawarkan menu unik serta tempat yang menarik. Dengan demikian saya harus mencari lokasi yang bukan sekadar tempat makan, namun juga menjadi salah satu bentuk aktivitas wisata” jelas Solikin. (Sigit)














Saat ini belum ada komentar