Vicky Shu, Virgie Baker dan Amelia Anggraini Bicara Politik, Literasi Digital dan Kekerasan Seksual di Pesantren Al Kamal

  • Whatsapp
Pesantren Al Kamal
Vicky Shu bersama Virgie Baker dan Amelia Anggraini. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Artis Vicky Shu bersama presenter berita Virgie Baker dan politikus perempuan Amelia Anggraini hadir sebagai pembicara dalam Diskusi Publik di Pondok Pesantren Al Kamal Desa Tambaksari, Kecamatan Kuwarasan, Kebumen, Minggu 4 April 2021.

Diskusi publik yang diikuti oleh oleh para santri putri dan aktivis organisasi perempuan itu mengangkat tema “Peran Perempuan dalam Kepemimpinan, Literasi Digital dan Perlawanan Terhadap Kekerasan Seksual”. Hadir Wakil Bupati Kebumen Hj Ristawati Purwaningsih SST MM, Ketua Dewan Pembina Yayasan Nurul Ihsan Gombong yang menaungi Pondok Pesantren Al Kamal Ir H Mohammad Yahya Fuad SE dan Ketua Dewan Pimpinan Pondok Pesantren Al Kamal Dr Azam Syukur Rahmatullah SHI MSI MA.

Berita Lainnya

Amelia Dorong Perempuan Melek Politik

Pesantren Al Kamal
Pembicara foto bersama dengan keluarga H Mohammad Yahya Fuad. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Dalam diskusi itu Amelia Anggraini yang merupakan mantan anggota DPR RI menyampaikan pentingnya perempuan melek politik. Pasalnya sampai saat ini keterwakilan perempuan di legislatif belum mencapai 30 %.

“Jadi saya menyampaikan kepada anak-anak generasi Z untuk termotivasi pada dunia politik. Ini merupakan bagian dari pendidikan politik bagi anak-anak milenial supaya mereka berani menempuh pendidikan setinggi-tingginya sehingga mampu membentuk generasi berkualitas di masa depan,” ujar Amelia Anggraini.

Bahas Literasi Digital dan Kekerasan Seksual

Pesantren AlKamal
Para pembicara menyampaikan materi. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Sedangkan Virgie Baker memberikan pemahaman terhadap literasi digital sehingga cerdas dalam mengolah informasi maupun menggunakan media sosial. News anchor Metro TV tersebut mengingatkan agar tidak melakukan ujaran kebencian di media sosial, menghindari plagiarisme, konten ilegal hingga pelanggaran privasi.

“Saat mendapatkan informasi dari media digital, jangan langsung ditelan mentah-mentah. Perlu dikroscek pada media yang memiliki kredibilitas apakah itu fakta atau hoaks,” ujarnya.

Adapun Vicky Shu memaparkan terkait persoalan kekerasan seksual. Vicky menyampaikan bahwa kekerasan seksual tidak hanya perkosaan, tetapi intimidasi seksual, pelecehan seksual, eksploitasi seksual, perdagangan perempuan untuk tujuan seksual, prostitusi paksa, hingga pemaksaan perkawinan.

Buka Wawasan Perempuan Kebumen 

Pesantren Al Kamal
CEO Tradha Group dr Faiz Allaudien Reza Mardhika menyerahkan hadiah tablet. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Ketua Dewan Pembina Yayasan Nurul Ihsan Gombong yang juga mantan Bupati Kebumen Ir H Mohammad Yahya Fuad SE menilai diskusi publik tersebut merupakan momen yang bagus bagi para santriwati di Pondok Pesantren Al Kamal. Dengan diskusi itu para santriwati menjadi lebih paham bahwa yang namanya politik, karir, kekuasaan tidak mutlak urusan laki-laki saja.

“Ini menjadi semangat bagi mereka bahwa perempuan sudah saatnya maju setara dengan laki-laki, tanpa melupakan kodratnya sebagai ibu rumah tangga,” ujarnya.

CEO Tradha Group dr Faiz Allaudien Reza Mardhika selaku penyelenggara berharap melalui diskusi publik tersebut dapat membuka wawasan para perempuan di Kebumen bahwa gender tidak membatasi mereka untuk berkarya. Bahwa lelaki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk bisa mengarahkan hidupnya sendiri, secara mandiri tanpa ketergantungan terhadap orang lain.

“Kebumen merupakan kabupaten termiskin di Jateng. Banyak pengangguran perempuan di Kebumen. Saya berharap perempuan Kebumen lebih berdaya dan percaya diri terhadap kemampuan dirinya,” ujarnya. (smn)

Berita Terkait