Sungai Kedungbener Meluap, Ini Desa yang Kebanjiran
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 8 Okt 2022
- visibility 5.762
- comment 0 komentar

Banjir di Pondok Pesantren Al Kahfi Sumolangu. (Foto: Istimewa)
Hujan yang disertai dengan angin kencang juga mengakibatkan pohon tumbang di Desa Kewayuhan Kecamatan Pejagoan. Hal itu berdampak akses jalan nasional tidak bisa dilewati. Kondisi saat ini sudah dilakukan penanganan dan jalan sudah bisa dilewati.
Kerugian akibat bencana alam diperkirakan mencapai Rp 250 juta. Jumlah masih bisa bertambah sesuai dengan perkembangan data dan kejadian bencana di Kabupaten Kebumen.
Baca Juga: Banjir Kebumen dan Fiqh Kebencanaan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen melakukan upaya pemantauan dan pendataan di lokasi bencana tanah longsor dan banjir, berkoordinasi dengan jajaran terkait dan pemdes, memobilisasi personil TRC dan relawan ke titik lokasi.
Kemudian mengevakuasi warga dan penanganan tanah longsor serta pohon tumbang, menyiapkan logistik permakanan untuk kerja bakti serta mengerahkan alat berat guna membuka titik longsor di akses jalan yang terputus.
BPBD juga mengimbau kepada masyarakat di sepanjang aliran Sungai Kedungbener agar waspada banjir.
Tanggul Sungai Lesung Jebol

Tanggul Sungai Lesung jebol. (Foto: dok. BPBD Kebumen)
Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai kilat/petir dan diikuti angin kencang.
“Dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, puting beliung, pohon tumbang, dan jalan licin,” ujarnya.







Saat ini belum ada komentar