Sosialisasikan Budaya Sensor Mandiri, Lembaga Sensor Film: Pilih dan Pilah Tontonan Berdasarkan Usia
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sen, 10 Jul 2023
- visibility 2.989
- comment 0 komentar

Sekretaris Dinas Kominfo Kebumen Dewi Indri Astuti, Narasumber Psikolog RSDS Kebumen Yulaida, Sekda Kebumen Ahmad Ujang Sugiono, Ketua Komisi 3 LSF Dr Naswardi, Ketua Komisi 1 LSF Dr Nasrullah, dan Ketua Subkomisi Penelitian dan Pengkajian LSF Kuat Prihatin. (Foto: Hari)
Aspek yang Harus Dipenuhi dan Klasifikasi Usia
“Jadi memang syarat untuk film agar bisa ditonton oleh anak-anak itu sangat banyak. Harus aman dari aspek judul, adegan visual, tema, dialog, dan teks. Kalau bapak ibu ke bioskop, di tiket sudah ada simbol-simbol yang menandakan klasifikasi umur untuk penonton,” kata Nasrullah.
Adapun klasifikasi atau penggolongan usia terdiri dari 4 klasifikasi, di antaranya semua umur (SU) dengan kode warna hijau, 13+ dengan kode warna kuning, 17+ dengan kode warna oranye, dan 21+ dengan kode warna merah.
Baca juga: Kebumen Kembali Raih Penghargaan, Kali Ini dari Menparekraf
Ia pun menyinggung perihal adanya tayangan salah satu stasiun televisi yang belum lama ini viral. Menurutnya, dengan adanya tayangan tersebut, LSF mengajak masyarakat agar cerdas memilih dan memilah tontonan.
“Kita perlu memilah dan memilih tontonan, mana yang baik mana yang tidak baik. Penggolongan usia tujuannya untuk menghindari dampak negatif dari tontonan. Maka dari itu, untuk memudahkan masyarakat sekaligus melakukan sensor mandiri, lihat dan kenali kode-kode tadi. SU, 13+, 17+, dan 21+,” tandasnya.







Saat ini belum ada komentar