Selamat! STIKES Resmi Jadi Universitas Muhammadiyah Gombong
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 4 Agu 2021
- visibility 6.902
- comment 0 komentar

Kampus Universitas Muhammadiyah Gombong. (Foto: Padmo)
Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Litbang PP Muhammadiyah Prof Lincolin Arsyad mengingatkan bahwa merger dari dua perguruan tinggi memerlukan kerjasama yang baik supaya lembaga semakin besar. Karena dua perguruan tinggi memiliki perbedaan kultur sehingga perlu bekerjasama yang baik agar lebih menyatu.
“Sekolah tinggi dengan universitas berbeda. Saat ini dosen harus semakin banyak melakukan penelitian dan mengembangkan ilmu di masa yang akan datang,” ujarnya. Prof Lincolin pun mendorong peningkatan kerjasama internasional yang semakin efektif.
Baca Juga: Rektor UGM Dikukuhkan Sebagai Ketua Forum Rektor Indonesia 2021-2022, Berikut Isi Pidatonya
Sementara itu, Dr Hj Herniyatun MKep SpMat menyampaikan bahwa pihaknya segera melakukan langkah-langkah untuk menindaklanjuti SK tersebut. Selain melakukan migrasi data, juga melakukan sosialisasi program studi baru seperti Prodi Hukum dan Manajemen.
“Kami segera melaunching Universitas Muhammadiyah Gombong, sekaligus sebagai ajang sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Herniyatun.
Lebih lanjut, pihaknya terus meningkatkan daya saing dengan meningkatkan SDM dosen, penambahan sarana prasarana perguruan tinggi hingga peningkatan kerjasama baik nasional maupun internasional. Saat ini dua dosen yakni Nurlaela MKep dan Siti Mutoharoh SST MPH sedang menempuh pendidikan S3 di UGM Yogyakarta.
“Kami juga akan membangun kampus II di Jalan Arungbinang Kebumen,” ujar Herniyatun. (smn)








Saat ini belum ada komentar