LIPI Gelar Workshop Penelitian Ilmiah Bagi Guru

  • Whatsapp
LIPI
Narasumber Dr Ajeng Arum Sari menyampaikan materi workshop. (Foto: Istimewa)

PURWOKERTO (KebumenUpdate.com)Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyelenggarakan kegiatan diseminasi Iptek berupa Workshop Metode Penelitian Ilmiah bagi Guru SD, SMP dan SMA Sederajat di kawasan Banyumas hingga Cilacap.

Workshop yang diikuti oleh 40 guru dari berbagai jenjang pendidikan dasar dan menengah di wilayah tersebut dilaksanakan di Hotel Aston Purwokerto, Minggu, 22 November 2020. Kegiatan didukung oleh Komisi VII DPR RI yang membidangi Riset, Teknologi, ESDM dan Minerba.

Berita Lainnya

LIPI Siap Bina Generasi Muda Indonesia

Dalam rangkaian workshop ini, peserta dibekali kemampuan metodologi penelitian ilmiah dan penulisan karya tulis ilmiah oleh narasumber Dr Ajeng Arum Sari, Kepala Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI.

Sekretaris Utama LIPI, Nur Tri Aries Suestiningtyas mengatakan bahwa dukungan Komisi VII DPR RI terhadap upaya diseminasi Iptek yang dilakukan LIPI semacam ini sangat penting. Hal ini linier dengan tugas pokok dan fungsi LIPI sebagai lembaga riset besar di Indonesia.

“Ke depan, diseminasi Iptek yang dilakukan LIPI tidak hanya terbatas pada karya tulis ilmiah bagi guru saja. LIPI juga siap melakukan pembinaan bagi generasi muda Indonesia di berbagai daerah,” ujarnya.

Indeks Gini Iptek Masih Harus Ditingkatkan

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto dalam sambutannya menegaskan pentingnya upaya menyosialisasikan Iptek melalui workshop metodologi penulisan ilmiah. Sebab environment peminatan terhadap Iptek perlu terus dipupuk. Menurutnya, maju mundurnya negara Indonesia sangat bergantung pada perkembangan Iptek.

“Permasalahan yang dihadapi bangsa kita adalah belum optimalnya hasil riset, kurangnya apresiasi terhadap peneliti, guru, dan dosen. Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar, tetapi Indeks Gini Iptek kita masih harus ditingkatkan,” ungkap Sugeng.

SMA Al Irsyad Juara II Nasional LKIR LIPI

Menurutnya, substansi dari penyelenggaraan workshop metodologi penelitian ilmiah semacam ini sangat bermanfaat bagi guru yang berjuang tanpa tanda jasa. Jika guru menguasai iptek, maka anak didiknya akan menjadi fasilitator Iptek yang andal.

Diseminasi metodologi penelitian sangat diperlukan bagi guru di kawasan Banyumas dan Cilacap, karena minat Iptek di wilayah tersebut sangat besar. Hal ini terbukti dengan keberhasilan SMA Al Irsyad Banyumas mengusung juara II tingkat nasional dalam kompetisi LKIR LIPI Bidang Hayati tahun 2020.

Para pemenang tersebut mendapatkan apresiasi dari Ketua Komisi VII DPR RI berupa uang tunai masing-masing Rp 10 juta dan juga memperoleh apresiasi dari anggota DPRD Kabupaten Banyumas, Djajat Sudrajat. (ndo)

Berita Terkait