Jadi Nama Jalan di Kebumen, Ini Sosok dan Kiprah dr R Moehiman Kromoatmodjo
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 20 Des 2021
- visibility 4.857
- comment 0 komentar

Foto keluarga RH Mahkota Kromoatmodjo pada 1933 di Street Asem sekarang Jalan HM Sarbini, Kebumen. (Foto: Istimewa)
Pada saat Indonesia masih dalam kekuasaan pemerintahan Hindia-Belanda, ada beberapa orang pribumi Jawa yang mendapat kesempatan sekolah kedokteran milik Belanda. Dari Kebumen, satu-satunya yang berangkat untuk sekolah kedokteran waktu itu adalah dr Moehiman.
Keluarga R Kromoatmodjo tergolong kalangan keluarga ningrat. Berdasarkan silsilah R Kromoatmodjo, keturunan dari R Ng Martoredjo I, beliau sebagai Wedono Gunung Candi Karanganyar. Sehingga R Moehiman berkesempatan menempuh pendidikan sampai meraih gelar dokter.
“Beliau dr Moehiman sekolah kedokteran di STOVIA. Itu sekolah tinggi kedokteran zaman Belanda dulu. Tepatnya sekarang berada di belakang RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Beliau lulus tahun 1890 pada usia 20 tahun, istrinya seorang bidan,” jelasnya.
Dokter Rakyat di Karanganyar
Setelah lulus menjadi dokter, dr Moehiman kemudian bertugas hampir seluruh wilayah Indonesia. Mulai dari Bengkulu, Riau, Kalimantan, Sulawesi, sampai Papua. Dokter Moehiman juga tercatat sebagai dokter yang membantu kelahiran seorang ekonom dari Kebumen, Soemitro Djojohadikoesoemo, ayah dari Prabowo Subianto.
Dokter Moehiman sempat bertugas di Rumah Sakit Nirmala Karanganyar, Kebumen untuk menjadi dokter rakyat. Nirmala merupakan rumah sakit kecil atas inisiatif kaum pribumi di masa pemerintahan Bupati RT Aria Iskandar Tirtokoesoemo.














Saat ini belum ada komentar