Sambut HUT ke-79 Kemerdekaan Indonesia, Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Jembatan Tembana
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Ming, 11 Agu 2024
- visibility 7.229
- comment 0 komentar

Bendera merah putih berukuran raksasa dibentangkan di bawah jembatan tembana, Desa Kutosari, Kebumen. (Foto: Hari)
Seperti diketahui bersama, beberapa tahun ke belakang kegiatan pendakian gunung semakin digandrungi oleh masyarakat. Tidak terkecuali oleh anak muda.
Jika dulu kegiatan yang penuh risiko ini hanya dilakukan oleh mereka yang dicap sebagai pecinta alam, namun akhir-akhir ini bisa dilakukan oleh siapapun tanpa perlu bergabung di komunitas/organisasi pecinta alam. Padahal dengan mereka bergabung di komunitas/organisasi pecinta alam, mereka akan digembleng dengan materi dan praktik tentang alam bebas sebagai bekal ketika mereka terjun ke alam bebas yang sesungguhnya.
Baca juga:Program Sekolah Bumi, Peserta Kunjungi 5 Geosite di Geopark Kebumen
“Kegiatan yang positif. Tentunya dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan baik untuk petugas/penerjun yang membentangkan bendera, maupun untuk peserta. Karena lokasinya di jembatan dan sungai tentu sangat berisiko. Kita tahu ada banyak jenis kegiatan yang bisa dilakukan oleh pecinta alam atau pendaki gunung, seperti kegiatan sekarang untuk menunjukkan rasa nasionalisme. Ada juga dengan penanaman pohon atau reboisasi untuk kepedulian lingkungan. Termasuk dengan menggelar bakti sosial ke masyarakat ketika terjadi bencana. Mereka itulah yang seringkali terlihat menjadi pioneer. Khusus untuk pendakian gunung, kita yang telah dicap sebagai pecinta alam atau pendaki gunung, mari tunjukkan dengan sikap dan perbuatan untuk tidak meninggalkan sampah sedikitpun, juga adab yang baik ketika mengunjungi lokasi baru di alam ini,” kata salah satu tamu undangan yang tidak mau disebutkan namanya.
Dari pengamatan di lokasi, bendera merah putih berukuran raksasa mulai dibentangkan pada pukul 9.00 WIB.
Perlengkapan Standar
Masing-masing penerjun menggunakan perlengkapan standar seperti harnest, helm, sarung tangan, carabiner, descender, sepatu, serta tali karmantel sebagai akses turun bagi penerjun yang tertambat di tiang pagar beton jembatan.
Setelah terbentang dengan sempurna, panitia, tamu undangan, dan masyarakat setempat menyanyikan lagu Indonesia Raya.














Saat ini belum ada komentar