Uji Motor Listrik Adora ke Pantai Menganti: Sempat Deg-degan Takut Kehabisan Baterai
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 47 menit yang lalu
- visibility 38
- comment 0 komentar

Tiba di Pantai Menganti. (Foto: Hari)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Ini adalah pengalaman pertama saya membawa motor listrik Indomobil Emotor Adora ke Pantai Menganti.
Sebenarnya pada bulan Juli lalu, saya sudah pernah membawanya ke Pantai Pecaron yang terletak di sebelah timur Menganti. Namun, rasanya belum lengkap jika belum menjajal langsung ke Menganti yang terkenal dengan tanjakan dan turunannya yang cukup ekstrem.
Sabtu, 10 Oktober 2026, saya mengisi penuh baterai hingga 100% sebelum berangkat. Tepat pukul 07.00 WIB, saya pun siap meluncur. Rute yang saya pilih melewati rute Klirong, Petanahan, Jalan Daendels, Tambakmulyo, hingga Suwuk, sebelum akhirnya menyusuri jalur pesisir menuju Menganti.
Berdasarkan Google Maps, jarak dari rumah menuju lokasi sekitar 44 kilometer. Berbekal pengalaman perjalanan ke Pecaron sebelumnya, sejak awal berangkat saya memilih Mode 1 dengan kecepatan maksimal yang dibatasi 33 km/jam.
Trik ini sengaja saya terapkan demi menghemat daya baterai, mengingat medan selepas Suwuk akan didominasi tanjakan curam.
Jujur, melaju santai di kecepatan 33 km/jam cukup menguji kesabaran. Namun, kompromi ini harus saya lakukan agar sisa daya baterai masih mencukupi untuk perjalanan pulang nanti.
Memasuki Desa Jladri—tepatnya selepas Jembatan Suwuk—kontur jalan mulai menanjak signifikan. Saya pun langsung mengubah setelan ke Mode 3 untuk mendapatkan torsi maksimal. Konsekuensinya, daya baterai terkuras cukup cepat saat melahap tanjakan demi tanjakan.
Pukul 08.27 WIB, saya tiba di gerbang masuk Objek Wisata Pantai Menganti. Setelah membayar tiket masuk sebesar Rp25.000, saya sempat bertanya kepada petugas tiket mengenai ketersediaan stopkontak listrik di area parkir.
“Ada, Mas. Nanti tanyakan saja ke petugas di area parkir,” jawabnya ramah.
Selepas gerbang, jalanan masih menyuguhkan beberapa tanjakan dan turunan sebelum akhirnya sampai di area parkir utama.
Sebagai perbandingan, saat ke Pantai Pecaron lalu baterai tersisa 59% setibanya di parkiran. Sedangkan kali ini di Menganti, daya baterai tersisa 53%.
Saya langsung bergegas ke pos informasi untuk memastikan ketersediaan tempat pengisian daya. Beruntung, informasi tersebut benar.
Saya memberi waktu sekitar 15 menit agar suhu motor dingin terlebih dahulu sebelum dicolokkan ke sumber listrik. Setelah itu, motor saya tinggalkan untuk menikmati sarapan di warung terdekat.
Total waktu pengisian daya berlangsung sekitar 45 menit, yang berhasil menaikkan level baterai dari 53% menjadi 66%.
Suasana pantai pagi itu cukup ramai oleh wisatawan. Kendati demikian, saya memilih untuk tidak naik ke area mercusuar karena cuaca sudah mulai terik.
Tanpa berlama-lama, saya memutuskan untuk bergegas pulang. Dengan bekal daya baterai 66%, perjalanan pulang terasa jauh lebih tenang.
Saya akhirnya sampai di rumah dengan sisa baterai berada di angka 12%. Bisa dibayangkan, jika tadi saya tidak menumpang charging di lokasi wisata, kemungkinan besar motor akan kehabisan daya di tengah jalan.
Begitulah ulasan singkat pengalaman saya menguji ketahanan dan performa motor listrik Indomobil Emotor Adora menjelajahi keindahan Pantai Menganti. **Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar