Lewat Geotrail dan Sport Tourism, Kebumen UGGp Perkuat Posisi di Kancah Internasional
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 73
- comment 0 komentar

Ketua Dewan Pakar Badan Pengelola Geopark Kebumen Dr Chusni Ansori memaparkan makalah di APGN Syimposium 2026 Langkawi International Convention Centre, Malaysia, Kamis (10/9/2026). (Foto: istimewa)
LANGKAWI (KebumenUpdate.com) — Kebumen UNESCO Global Geopark (UGGp) terus memperkuat pengembangan potensi geologi, biodiversitas, dan budaya sebagai daya tarik pariwisata berkelanjutan.
Salah satu strategi utama yang diunggulkan adalah pengembangan jalur geowisata (geotrail) yang dipromosikan melalui wisata olahraga (sport tourism) serta kegiatan bisnis pariwisata.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Pakar Badan Pengelola Geopark Kebumen, Dr. Ir. Chusni Ansori, M.T., saat memaparkan makalah dalam 9th Asia Pacific Geoparks Network Symposium 2026 di Langkawi International Convention Centre, Malaysia, Kamis 10 September 2026.
Paparan tersebut turut disimak oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Koordinator APGN Prof. Jin Xiaochi, Wakil APGN Prof. Emeritus Dato’ Dr. Ibrahim Komoo, serta para ilmuwan dari berbagai negara.
Dalam pemaparannya yang bertajuk “Geotrail in Kebumen UGGp, It’s Promoted Through Kebumen Geopark Trail Run and Kebumen Travel Mart”, peneliti ahli utama dari Pusat Riset Sumber Daya Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu menjelaskan bahwa Kebumen memiliki kekayaan geologi yang menjadi fondasi utama pengembangan geopark.
Mengusung tema “The Glowing Mother Earth of Java”, Kebumen UGGp mencakup wilayah daratan seluas sekitar 1.138,7 kilometer persegi dan wilayah laut seluas 21,98 kilometer persegi yang meliputi 22 kecamatan dan 374 desa.
Kawasan ini memiliki dua kawasan geoheritage utama, yakni Karangsambung di bagian utara yang menyimpan bukti lantai samudra purba serta zona subduksi, dan Karangbolong di bagian selatan dengan bentang alam karst kerucut. Seluruh kekayaan tersebut diperkuat oleh keberadaan 42 geosite, 8 biosite, dan 24 situs budaya.
Tiga Jalur Geotrail Andalan
Potensi besar tersebut kemudian dikemas ke dalam tiga jalur geowisata (geotrail), yaitu:
The True History of Mother Earth and Plate Tectonic Theory, yang diarahkan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai sejarah bumi dan teori tektonik lempeng.
The Cave: Natural and Human Life, yang menawarkan pengalaman memahami proses karstifikasi dan vulkanik sekaligus mengeksplorasi hubungan antara kehidupan manusia, biodiversitas, dan budaya di kawasan gua.
The Paradise of Oceanic Warmth & Culture, yang mengangkat keindahan kawasan pesisir Kebumen sekaligus memperkenalkan proses geologi dan kebudayaan masyarakat setempat.
“Keunggulan Kebumen UGGp tidak hanya terletak pada ancient land atau bukti geologi berumur Kapur, tetapi juga living nature dan living culture yang berkembang di tengah masyarakat,” ujar Chusni.
Kombinasi tersebut membuka peluang luas bagi pengembangan berbagai jenis pariwisata, mulai dari geowisata, wisata edukasi, petualangan, pariwisata berbasis masyarakat, hingga MICE.
KGTR dan Travel Mart sebagai Media Promosi
Strategi promosi Kebumen UGGp turut ditopang oleh penyelenggaraan Kebumen Geopark Trail Run (KGTR). Ajang ini memadukan unsur olahraga, petualangan, dan promosi destinasi dalam satu rangkaian kegiatan dengan rute yang melintasi pantai, perbukitan, hutan, hingga desa wisata.
Jika pada 2025 KGTR diikuti sekitar 1.600 pelari dengan kategori 3 hingga 21 kilometer, maka pada 2026 kategori diperluas menjadi 7, 17, 30, dan 50 kilometer.
Penyelenggaraan ini bahkan mencatatkan perputaran dana lebih dari Rp1 miliar di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam materinya, Chusni juga memperkenalkan inovasi konsep seperti night running, cave trail, dan rute pesisir untuk menjangkau segmen wisatawan muda.
Selain KGTR, Kebumen Travel Mart 2026 menjadi instrumen penting dalam memperluas pemasaran destinasi melalui perpaduan B2B tabletop, business matching, dan festival budaya.
Kegiatan ini sukses mempertemukan 258 pembeli (buyer) dari berbagai daerah di Indonesia serta 14 peserta asal Malaysia dengan 60 penjual (seller) asal Kebumen dan wilayah Jawa.
Pementasan budaya dalam ajang tersebut juga berhasil menarik lebih dari 3.000 pengunjung lokal dengan nilai perputaran ekonomi mencapai lebih dari Rp2 miliar, yang turut mendongkrak penjualan produk makanan, suvenir, dan ekonomi kreatif masyarakat.
Dukungan Kebijakan dan Dampak Ekonomi
Pengembangan pariwisata berbasis geopark di Kebumen diperkuat melalui komitmen pemerintah daerah, antara lain melalui Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pengembangan Geopark Kebumen, penyusunan master plan periode 2025–2034, serta integrasi program ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Merujuk pada studi Yunianto dkk. (2026), penguatan kelembagaan geopark ini terbukti memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan pariwisata daerah.
Aktivitas pariwisata menunjukkan tren pertumbuhan dengan peningkatan akomodasi sekitar 5,33 persen per tahun dan kunjungan wisatawan mencapai 13,98 persen per tahun.
Pertumbuhan ini turut berkontribusi pada terbukanya kesempatan kerja, peningkatan tingkat partisipasi angkatan kerja, penurunan pengangguran, pertumbuhan ekonomi daerah, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Chusni menegaskan, kekuatan utama Kebumen UGGp terletak pada keterhubungan yang erat antara geologi, alam, dan kehidupan masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, geopark tidak sekadar diposisikan sebagai kawasan perlindungan bentang alam, melainkan sebagai ruang pembelajaran, petualangan, interaksi budaya, dan motor penggerak kesejahteraan masyarakat.
“Geopark bukan hanya tentang batuan dan bentang alam, tetapi juga bagaimana kekayaan geologi terhubung dengan biodiversitas, budaya, dan kehidupan masyarakat,” pungkasnya. **Makin Tahu Indonesia














Saat ini belum ada komentar