Praktik Pungli di CFD Kebumen Terendus, Tiga Pelaku Dibekuk
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Ming, 11 Mei 2025
- visibility 1.333
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Selepas menyisir berbagai lokasi rawan di malam hari, aparat kepolisian lantas membidik pusat keramaian kota saat Car Free Day (CFD) berlangsung di Alun-alun Pancasila, Kebumen, Minggu pagi (11/5/2025), untuk memberantas aksi premanisme.
Dipimpin langsung oleh Wakapolres Kebumen, Kompol Faris Budiman, operasi ini berhasil menjaring tiga individu yang disinyalir kuat melakukan praktik pungutan liar (pungli) terhadap para pedagang musiman yang memadati area CFD. Ketiga terduga pelaku, yang diketahui berinisial BO, AR, dan AH, tak berkutik saat diamankan petugas.
“Saat diamankan, mereka tidak dapat menunjukkan identitas resmi sebagai petugas parkir maupun pengelola kawasan CFD. Lebih lanjut, berdasarkan informasi dan bukti di lapangan, ketiganya terindikasi kuat melakukan penarikan sejumlah uang dari para pedagang tanpa adanya dasar hukum yang jelas,” ungkap Kompol Faris Budiman di sela-sela penertiban.
Dari tangan para terduga pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang memberatkan, meliputi dua bundel tiket parkir kedaluwarsa bertahun 2023, serta uang tunai senilai Rp210.000 yang diduga kuat merupakan hasil dari praktik ilegal tersebut.
Modus operandi mereka terendus di sepanjang Jalan Mayjen Soetoyo, Kebumen, khususnya di sekitar lingkungan SMA Negeri 1 Kebumen, dengan menyasar para pedagang dadakan yang memanfaatkan ramainya pengunjung CFD.
Beberapa pedagang yang menjadi korban praktik pungli liar ini mengaku dipaksa membayar sejumlah uang, berkisar Rp3.000, agar dapat menggelar lapaknya di area CFD.
Ironisnya, sesuai dengan regulasi yang berlaku, tidak ada retribusi atau pungutan resmi bagi pedagang yang berjualan selama CFD di area di luar Alun-alun Pancasila Kebumen.
Wakapolres menegaskan bahwa operasi penertiban ini adalah wujud nyata komitmen Polres Kebumen dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat, sekaligus memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan ekonomi lokal, terutama sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Upaya penertiban seperti ini akan menjadi agenda rutin kami. Tujuannya jelas, agar masyarakat, khususnya para pelaku UMKM, dapat menjalankan aktivitasnya dengan tenang dan tanpa rasa was-was. Kami berharap, langkah ini dapat menjadi momentum positif bagi kebangkitan ekonomi di Kabupaten Kebumen,” pungkas Kompol Faris Budiman dengan nada optimis.
Polres Kebumen mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk praktik pungli maupun tindakan premanisme yang mereka saksikan atau alami di lingkungan sekitar. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan dapat memberantas habis praktik meresahkan ini.








Saat ini belum ada komentar