Mengangkat Kue Cucur Jadi Lokomotif Desa Wisata Temanggal
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 62
- comment 0 komentar

ADIMULYO (KebumenUpdate.com) – Pengembangan Kampung Cucur sebagai penggerak Desa Wisata Temanggal, Kecamatan Adimulyo, terus digencarkan. Selain menjadi penopang ekonomi warga lokal, kawasan ini juga disiapkan sebagai salah satu destinasi penyangga Geopark Kebumen.
Sebagai bentuk apresiasi atas tradisi dan inovasi warga, Pemerintah Desa Temanggal menggelar Festival Cucur Temanggal bertajuk “Tradisi Rasa Kebanggaan Desa” di taman desa setempat, Minggu 11 Oktober 2026. Acara puncaknya ditandai dengan peluncuran Tari Cucur serta peresmian Tugu Monumen Cucur.

Panitia membagikan kue cucur kepada warga. (Foto: Hari)
Kegiatan festival ini merupakan bagian dari pameran hasil Lomba Kreativitas dan Inovasi (Krenova) Kabupaten Kebumen 2026, sebuah program riset dan inovasi yang difasilitasi oleh Bapperida Kebumen.
Dalam ajang tersebut, tim riset Desa Wisata Kampung Cucur (Wit Kacur) Desa Temanggal berhasil meraih nominasi juara dan berhak memboyong dana pembinaan sebesar Rp50 juta.
Ketua Tim Riset Wit Kacur, Syarifudin, menjelaskan bahwa kue cucur dijadikan sebagai lokomotif utama penggerak UMKM dan wisata edukasi di Desa Temanggal.
“Melalui konsep desa wisata ini, para wisatawan yang berkunjung dapat memilih beragam paket edukasi. Selain belajar membuat kue cucur dan sale pisang, pengunjung juga bisa belajar budidaya peternakan hingga pembuatan kerajinan tas anyaman,” ujar Syarifudin.
Ia menambahkan, saat ini terdapat 16 pengerajin kue cucur tradisional yang meneruskan resep warisan leluhur sejak tahun 1970-an. Selain itu, terdapat 8 destinasi wisata pendukung di Desa Temanggal.
Pengrajin melayani pembelian setiap hari dengan harga mulai dari Rp1.000 hingga Rp1.500 per buah, bergantung pada variasi kemasan atau packaging (seperti kemasan untuk hantaran lamaran/hajatan). Khusus untuk kunjungan rombongan atau instansi, disarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu.
Kepala Desa Temanggal, Ahmad Mujaki, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim riset dan Bapperida Kebumen. Menurutnya, Kampung Cucur secara resmi dirintis sejak tahun 2022 untuk memperkuat eksistensi jajanan pasar yang sudah puluhan tahun diproduksi warga.
“Pemasaran kue cucur harian mencakup wilayah Adimulyo, Petanahan, Sruweng, hingga Gombong. Untuk produk oleh-oleh khas, kue cucur Temanggal bahkan sudah menjangkau konsumen di luar kota seperti Jakarta,” jelas Ahmad Mujaki.
Ia menambahkan bahwa membuat kue cucur memiliki filosofi mendalam. Kue cucur dibentuk menyerupai bunga matahari sebagai lambang harapan agar kehidupan warga selalu memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Ke depan, Pemdes Temanggal berharap kue cucur dapat makin dikenal secara luas sejajar dengan oleh-oleh khas daerah lainnya.
Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen, Frans Haidar, memberikan apresiasi atas terselenggaranya festival tersebut.
“Inovasi tidak selalu harus identik dengan teknologi canggih. Merawat, mengemas, dan mempromosikan tradisi lama seperti kue cucur agar memiliki nilai ekonomis tinggi adalah bentuk inovasi yang nyata,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Kebumen berharap kebangkitan Kampung Cucur melalui tugu monumen, tari kreasi, dan paket wisata edukasi ini tidak berhenti seusai festival saja, melainkan terus berlanjut menjadi ikon ekonomi kreatif warga yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Temanggal. **Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar