884 Puskesmas di Jateng dapat Alat Diagnostik TBC Mulai Bulan Depan
- account_circle Anindya Astadewi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 67
- comment 0 komentar

Sekda Jateng Sumarno menyampaikan sambutan pada Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Active Case Finding (ACF) TBC Provinsi Jateng. (Foto: Humas Jateng)
KARANGANYAR (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat upaya percepatan penanggulangan tuberkulosis (TBC) dengan memperluas kemampuan deteksi kasus di tingkat pelayanan kesehatan dasar. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mendistribusikan alat diagnostik TBC ke seluruh 884 puskesmas di Jawa Tengah mulai Oktober 2026.
Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno. Ia menilai ketersediaan alat diagnostik di seluruh puskesmas akan membantu mempercepat penemuan kasus TBC sekaligus memperkuat program Active Case Finding (ACF).
Hal itu disampaikan Sumarno saat membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi Active Case Finding (ACF) TBC Provinsi Jawa Tengah di Anaya Azana Villa & Resort Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Senin, 28 September 2026.
Menurut Sumarno, penanganan TBC membutuhkan dukungan fasilitas kesehatan sekaligus keterlibatan masyarakat hingga tingkat desa. Pemerintah akan memperkuat peran kader untuk membantu menemukan masyarakat yang berpotensi terpapar atau mengalami gejala TBC.
“Di masing-masing desa nanti juga ada kader berdasarkan kasus. Operasional dari Kementerian Kesehatan,” ujar Sumarno mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin.
Perluas Penelusuran Kontak Erat
Sumarno menegaskan, penemuan pasien TBC tidak boleh berhenti pada orang yang sudah menunjukkan gejala atau dinyatakan positif. Pemerintah juga perlu menelusuri orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien.
Menurutnya, pemeriksaan terhadap kontak erat dapat membantu menemukan kasus lebih cepat. Pada saat yang sama, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan apabila memiliki riwayat kontak dengan pasien TBC.
“Jangan hanya yang sudah terkena kita obati, tetapi kontak erat juga harus ditelusuri,” kata Sumarno.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menjelaskan bahwa monitoring dan evaluasi ACF bertujuan mengukur perkembangan program penanggulangan TBC sekaligus menemukan berbagai kendala yang masih terjadi di lapangan.
“Kita memonitor selama beberapa bulan ini apa yang telah dikerjakan dan melihat perkembangannya. Kita melihat apa yang masih kurang dan kita saling mengisi,” kata Benjamin.
Ia menyebut penanggulangan TBC kini tidak hanya menitikberatkan pada pengobatan pasien. Pemerintah juga memperkuat upaya pencegahan melalui pemeriksaan masyarakat yang memiliki kontak erat dengan penderita.
Program Cek Kesehatan Gratis
Pemeriksaan CKG dan X-ray Benjamin mengatakan pemeriksaan kontak erat dapat dilakukan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan pemeriksaan menggunakan X-ray. Pemeriksaan tersebut bertujuan menemukan kasus lebih dini serta menentukan penanganan sesuai kondisi masyarakat yang diperiksa.
“Untuk pengobatan sudah bagus. Kita sekarang mengejar di pencegahan. Masyarakat yang kontak erat dilakukan CKG dengan X-ray,” jelasnya.
Menurut Benjamin, langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemberian obat pencegahan bagi masyarakat yang membutuhkan sekaligus memastikan pasien yang terdiagnosis TBC segera memperoleh pengobatan.
Untuk mendukung strategi tersebut, Kemenkes akan menyediakan alat diagnostik TBC bagi seluruh puskesmas di Jawa Tengah. Sebanyak 884 puskesmas akan menerima peralatan tersebut mulai bulan depan.
Ketersediaan alat diagnostik di fasilitas kesehatan tingkat pertama diharapkan memperkuat pelaksanaan ACF, terutama dalam mempercepat proses deteksi, pemeriksaan, dan penanganan kasus TBC di masyarakat.
Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus serta perwakilan Dinas Kesehatan dari sejumlah provinsi, di antaranya Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
Dalam kegiatan yang sama, pemerintah juga mencanangkan program Desa/Kelurahan Siaga TB di Jawa Tengah sebagai bagian dari penguatan peran masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan TBC. ***
- Penulis: Anindya Astadewi
- Editor: Hanny Garnet







Saat ini belum ada komentar