2.348 Pendonor Darah di Jawa Tengah Terima Apresiasi, Ada yang Sudah Donor 130 Kali
- account_circle Anindya Astadewi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 27
- comment 0 komentar

Gubernur Jateng menyerahkan penghargaan kepada pedonor darah. (Foto: Humas Jateng)
SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 2.348 pendonor darah sukarela di Jawa Tengah menerima penghargaan atas konsistensi mereka membantu memenuhi kebutuhan transfusi darah masyarakat. Apresiasi tersebut diberikan dalam Temu Donor Darah Sukarela 2026 di Balairung Astina, UTC Convention Hotel, Kota Semarang, Selasa 29 September 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.743 pendonor telah melakukan donor darah sebanyak 50 kali. Sementara 605 pendonor lainnya tercatat sudah mencapai 75 kali donor.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, donor darah memiliki nilai kemanusiaan yang besar karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat yang membutuhkan transfusi.
“Bagi siapapun yang memberikan darah kepada yang membutuhkan, ini merupakan suatu bentuk perwujudan amal, charity, yang diberikan dengan tulus,” kata Luthfi.
Menurut dia, konsistensi para pendonor menunjukkan kuatnya kepedulian sosial masyarakat. Donor darah tidak hanya membantu pasien yang membutuhkan transfusi, tetapi juga memberikan dukungan kepada keluarga pasien dalam menghadapi kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan.
Luthfi berharap kepedulian tersebut terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang bersedia menjadi pendonor darah sukarela.
Dalam kegiatan itu, Luthfi juga mendapat masukan mengenai seorang pendonor asal Purworejo yang mengaku telah menyumbangkan darah lebih dari 130 kali sejak 1980. Namun, sebagian riwayat donor tersebut belum tercatat dalam sistem pendataan.
Kondisi tersebut mendorong Luthfi meminta perbaikan sistem pendataan pendonor darah sukarela. Ia menilai seluruh riwayat donor perlu diverifikasi dan dicatat secara akurat agar tidak ada kontribusi pendonor yang terlewat dalam pemberian apresiasi.
“Tidak boleh sampai ada masyarakat yang melakukan donor terlewatkan datanya, meskipun itu sukarela,” tegasnya.
Luthfi menilai pencatatan tersebut bukan hanya persoalan administrasi. Data yang lengkap juga menjadi bentuk penghargaan terhadap masyarakat yang telah bertahun-tahun secara konsisten menyumbangkan darah untuk membantu orang lain.
Ia menegaskan, donor darah merupakan bentuk pengabdian kemanusiaan yang tidak membedakan latar belakang penerima manfaat.
“Apa yang Anda berikan merupakan bentuk pengabdian. Bapak-Ibu melakukan itu tanpa pernah bertanya untuk siapa dan kepada siapa darah itu akan diberikan. Betul?” kata Luthfi.
Para pendonor yang hadir kemudian menjawab serempak, “Betul.”
Produksi Darah Capai 17 Ribu Kantong per Bulan
Di sisi lain, kebutuhan darah masyarakat Jawa Tengah terus ditopang melalui Unit Donor Darah (UDD) PMI yang tersebar di berbagai daerah.
Hingga Juni 2026, produksi darah dari seluruh UDD PMI di Jawa Tengah mencapai sekitar 17 ribu kantong setiap bulan. Pada periode tersebut, ketersediaan darah dinyatakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Darah hasil donor kemudian diproses dan dikelola melalui UDD PMI sebelum digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasien yang memerlukan transfusi.
Apresiasi terhadap ribuan pendonor tersebut sekaligus menegaskan pentingnya keberlanjutan gerakan donor darah sukarela di Jawa Tengah. Setiap kantong darah yang disumbangkan dapat menjadi bagian penting dalam penanganan pasien yang membutuhkan transfusi.
Di balik pencapaian ribuan pendonor, terdapat kontribusi masyarakat yang terus menjaga ketersediaan darah dan membantu membuka peluang kesembuhan bagi pasien di berbagai fasilitas kesehatan. *** Makin tahu Indonesia
- Penulis: Anindya Astadewi
- Editor: Hanny Garnet







Saat ini belum ada komentar