Viral Soal Kebumen Fest, Pemkab dan Sekolah Buka Suara: Faktanya Berbeda dengan Narasi di Medsos
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Jum, 29 Agu 2025
- visibility 2.791
- comment 0 komentar

Pelajar antri masuk ke paviliun exhibition Kebumen Fest 2025. (Foto: Hari)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten Kebumen menanggapi unggahan konten di media sosial terkait event Kebumen Fest. Konten tersebut menarasikan banyak hal, mulai dari pelajar sekolah berbayar hingga sweeping isi tas.
Plt Kepala Dinas Kominfo, Wahyu Siswanti, didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, Agus Sunaryo, menjelaskan fakta sesungguhnya dalam konferensi pers, Jumat 29 Agustus 2025.
Pelajar Gratis Masuk, Tanpa Pungutan
Wahyu Siswanti menegaskan bahwa pelajar dengan seragam sekolah tidak dipungut biaya masuk sama sekali, mulai dari jam buka 08.00 hingga tutup 21.00 WIB.
“Selama mereka masih berseragam sekolah, boleh masuk gratis tanpa harus menunjukkan identitas,” jelasnya.
Sementara itu Agus Sunaryo menegaskan bahwa pelajar berseragam gratis dari pagi sampai malam hari.
“Pada event ini, pengujung expo bisa berada di dalam area pameran dari pagi sampai malam. Sebab area pameran dengan panggung hiburan secara terpisah,” beber Agus.
Pihaknya juga tidak menerima laporan ada sekolah yang diminta untuk membayar.
Klarifikasi Isu Siswa Patah Tulang
Terkait kasus siswa yang mengalami patah tulang, Wahyu Siswanti meluruskan bahwa insiden tersebut terjadi saat anak bermain di area skateboard, bukan karena berdesakan.
“Sudah ditangani rumah sakit, dicover BPJS Kesehatan dan anak itu sudah dibolehkan pulang ke rumah,” kata Wahyu.
Pihaknya terbuka menerima kritik dan saran untuk perbaikan event ke depan. Penyelenggara mengakui belum bisa memuaskan semua pihak dan meminta maaf karena masih adanya kekurangan.
Tidak Ada Sweeping Makanan Bagi Pelajar
Agus Sunaryo juga menjelaskan bahwa imbauan melalui surat edaran ke seluruh sekolah merupakan hal sama yang pernah dilakukan pada event 2022 dan 2023.
“Dalam surat tersebut juga ditegaskan bahwa tidak wajib melainkan bersifat imbauan,” jelas Agus.
Ia menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari pembelajaran di luar kelas untuk meningkatkan literasi, pengetahuan budaya, dan potensi Kebumen.
Terkait isu larangan membawa bekal dan adanya sweeping bagi pelajar, Agus dengan tegas membantahnya.
“Anak-anak bawa apa saja ya dibawa masuk. Tidak ada sweeping,” katanya.
Testimoni dari Pihak Sekolah
Sejumlah perwakilan sekolah turut memberikan testimoni. Akhmad Makhsus, Waka Kesiswaan MAN 2 Kebumen mengatakan, ia memahami kondisi pintu masuk yang sempat berdesakan karena siswa datang berbarengan saat hujan.
“Kami memahami jika pintu dibuka, yang di dalam seperti apa kondisinya. Akan terjadi penumpukan luar biasa. Jadi tidak ada masalah sebenarnya,” ujarnya.
Sementara itu Lina Kamilia dari TK Aisyiyah Desa Jatimulyo juga mengungkapkan bahwa kunjungan mereka lancar.
“Kami tidak ada unsur wajib datang. Justru kami ingin hadir. Tidak ada kewajiban untuk bayar bagi anak didik termasuk gurunya,” tuturnya.
Sementara itu Sutarno dari SDN Pandansari Kecamatan Sruweng menegaskan bahwa muridnya membawa bekal dari rumah dan tidak ada sweeping. Meski parkir di lapangan Syahzada Pejagoan dan berjalan kaki menuju ke lokasi, ia dan anak didiknya tidak keberatan.
“Tidak ada sweeping. Kami masuk ke lokasi Kebumen Fest dengan lancar,” imbuhnya. Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar