Pembangunan Jembatan Klanthong Tembono-Peniron Dimulai, Sediakan Jembatan Darurat untuk Roda Dua
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 55 menit yang lalu
- visibility 61
- comment 0 komentar

Jembatan Klanthong di Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan. (Foto: Hari)
PEJAGOAN (KebumenUpdate.com) — Bupati Kebumen kembali meninjau progres pembangunan Jembatan Klanthong di Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan, Jumat 18 September 2026.
Infrastruktur yang berada di ruas Jalan Tembono – Peniron ini sebelumnya sempat mengalami kerusakan parah sejak tahun 2025 dan sempat ditinjau langsung oleh Bupati pada April 2026 lalu.
Kini, akses vital yang menghubungkan wilayah Kebumen hingga Peniron melalui sisi barat Sungai Lukulo tersebut resmi memasuki tahap pengerjaan fisik.
Proyek pelebaran jembatan ini dikerjakan oleh penyedia jasa CV. Assa Engineering dan diawasi oleh konsultan CV. Truss dengan nilai kontrak sebesar Rp1,12 miliar. Berdasarkan data pelaksanaan, proyek yang berjalan selama 106 hari kalender ini ditargetkan rampung pada 11 Desember 2026.
Meski pengerjaan sempat membuat warga harus memutar melalui Jembatan Merah Putih Karangsambung ataupun jalan perbukitan, pelaksana proyek kini telah menyediakan jembatan darurat khusus bagi kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Keberadaan jembatan darurat ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat setempat.
“Kemarin kan saya ditagih terus kapan diperbaiki, nah ini sekarang sudah mulai dikerjakan ya, bapak ibu,” ujar Bupati saat berdialog langsung di lokasi proyek.
Salah seorang warga Desa Peniron, Taufiq, turut menyampaikan rasa terima kasih atas dimulainya proyek ini, terlebih dengan disediakannya jalur alternatif sementara yang sangat membantu aktivitas harian warga.
“Lokasinya dekat sekali dengan sekolah, yaitu SMPN 2 Pejagoan. Jadi, setiap hari anak-anak yang berangkat dan pulang sekolah bisa lebih mudah, begitu juga dengan warga yang ingin bepergian ke kota,” ungkap Taufiq.
Berdasarkan laporan evaluasi pekerjaan mingguan periode 16 September 2026, progres proyek tercatat menunjukkan deviasi positif sebesar +9,98%, dengan realisasi fisik yang meliputi pekerjaan bongkaran, galian tanah, pasangan batu kosong, pasangan batu, hingga pengecoran beton struktur. **Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar