Pohon Dungkar Timpa Kabel PLN, Listrik Padam di Sejumlah Kecamatan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 3 Des 2020
- visibility 1.861
- comment 0 komentar

Pohon tumbang timpa kabel listrik PLN Kebumen. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Minggu pertama di bulan Desember, hujan yang disertai angin kencang melanda di berbagai wilayah di Kebumen. Cuaca ekstrem itu secara terus menerus terjadi mulai 1-3 Desember 2020.
Hal ini mengakibatkan banyak pohon anyoman di pinggir jalan serta pohon milik warga roboh alias dungkar hingga mengenai jaringan kabel milik PLN. Tidak hanya pohon roboh, efek angin kencang dan hujan terus itu menerus menyebabkan tanah di sebagian daerah longsor.
Daftar Wilayah Alami Padam Listrik
Merujuk catatan PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (PLN) Kebumen, lokasi terjadinya pohon dungkar karena tanah gembur meliputi Desa Karangsari, Kecamatan Kutowinangun, Desa Merden Kecamatan Padureso dan di Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Kebumen.
Akibat dari pohon yang roboh menimpa jaringan/kabel milik PLN, aliran listrik di beberapa wilayah Kabupaten Kebumen mengalami padam alias giliran.
Adapun wilayah yang terdampak padam meliputi Kecamatan Kebumen, Alian, Poncowarno, Kutowinangun, Padureso, Prembun dan Kecamatan Bonorowo.
PLN Kebumen Apresiasi Laporan Warga
Manager PLN ULP Kebumen, Teguh Suprabowo membenarkan hal tersebut. Pihkanya menyampaikan apresiasi atas bantuan banyak pihak yakni dengan memberikan laporan sehingga penanganan padam akibat gangguan lebih cepat tertangani.
“Beberapa warga yang mendengar suara ledakan disertai listrik padam melaporkan kepada kami, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan segera,” ujar Teguh Suprabowo.
Imbau Masyarakat Peduli Jaringan Listrik
Teguh Suprabowo menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada warga masyarakat yang terdampak padam listriknya. Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk peduli terhadap kondisi jaringan listrik.
Caranya dengan cara tidak mananam pohon di bawah jaringan listrik. Kemudian tidak mendirikan bangunan terlalu dekat dengan jaringan listrik.
“Warga kami minta untuk mengikhlaskan serta mengijinkan pohonnya yang dekat dengan jaringan listrik untuk dilakukan penebangan oleh pihak PLN,” ujar Teguh Suprabowo. (gun)








Saat ini belum ada komentar