Musim Kemarau Panjang, Dua Titik Lahan dan Hutan di Kebumen Dilalap Si Jago Merah
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 62
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Dua peristiwa kebakaran lahan terjadi secara beruntun di Kabupaten Kebumen dalam rentang waktu berdekatan, Selasa, 29 September 2026.
Peristiwa pertama melanda lahan milik warga di Kecamatan Karanganyar, sementara kejadian kedua menghanguskan kawasan hutan Perhutani di Kecamatan Buayan.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menyatakan bahwa kedua insiden tersebut berhasil ditangani berkat kesigapan aparat kepolisian bersama warga dan sejumlah unsur terkait di lapangan.
“Petugas bersama masyarakat langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas,” ujar AKBP Putu pada Rabu, 30 September 2026.
Kebakaran pertama terpantau sekitar pukul 15.30 WIB di lahan warga seluas kurang lebih dua hektare yang berlokasi di Dukuh Pringamba, Desa Pohkumbang, Kecamatan Karanganyar. Warga yang mengetahui kejadian itu segera melapor kepada perangkat desa, Polsek Karanganyar, serta Pemadam Kebakaran Gombong.
Proses pemadaman sempat menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun, karena cakupan lahan yang cukup luas, petugas dan warga melanjutkan penanganan secara manual menggunakan dahan basah hingga api berhasil dipadamkan total pada pukul 23.00 WIB.
Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil yang dilaporkan dalam kejadian ini. Polisi menduga kebakaran dipicu oleh kondisi lahan yang kering akibat kemarau panjang serta tiupan angin kencang.
Belum lama insiden di Pohkumbang tertangani, kebakaran susulan terjadi di kawasan hutan Perhutani Petak 15, Dukuh Curug Gintung, Desa Tugu, Kecamatan Buayan. Asap pekat dari kawasan tersebut mulai terlihat oleh warga sekitar pukul 23.30 WIB.
Setelah melakukan pengecekan, warga meneruskan informasi tersebut ke Polsek Buayan. Tim gabungan yang terdiri atas personel Polsek Buayan, Koramil 20 Buayan, BPBD Kabupaten Kebumen, perangkat desa, masyarakat, dan relawan Kowara langsung mendatangi lokasi kejadian.
Mengingat medan berada di kawasan hutan, pemadaman dilakukan secara manual menggunakan dahan basah. Setelah berjibaku selama kurang lebih tiga jam, tim gabungan akhirnya berhasil memadamkan api pada Rabu, 30 September 2026, sekitar pukul 02.30 WIB.
Kebakaran di kawasan hutan Perhutani ini menghanguskan lahan seluas kurang lebih satu hektare. Beruntung, tidak ada korban jiwa, sementara penyebab pasti kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Menanggapi rentetan peristiwa ini, Kapolres Kebumen mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Warga diminta untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu percikan api di sekitar lahan kering maupun kawasan hutan.
“Segera laporkan apabila melihat asap atau titik api agar dapat ditangani sedini mungkin,” pungkasnya. **Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar