Migrant Care Kebumen Fasilitasi Mantan Pekerja Migran Dirikan Koperasi
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 28 Des 2022
- visibility 2.237
- comment 0 komentar

Ketua Migrant Care Kebumen Syaipul Anas memandu pelatihan. (Foto: Padmo)
Kelompok-kelompok itu telah menghasilkan produk berupa barang dan jasa yang dikerjakan oleh semua, untuk semua dan di bawah pimpinan atau kepemilikan anggota-anggota purna pekerja migran.
“Hal tersebut sebenarnya sudah menjadi salah satu langkah untuk membentuk pra koperasi. Apa yang dilakukan di dalam kelompok adalah iuran, arisan, menabung dan memproduksi atau produsen,” ujar Syaipul Anas di sela-sela kegiatan.
Tingkatkan Kapasitas Pekerja Migran Terkait Manajemen Koperasi
Di era digitalisasi tentunya koperasi juga harus ikut modernisasi, pemasaran tidak bisa hanya dengan offline namun harus bergerak ke online. Manajemen koperasi harus bisa lebih medern dengan mengabungkan dengan digitalisasi, jika tidak tentunya akan tertinggal.
Tantangan terbesar dalam pembentukan koperasi pada purna pekerja migran adalah ketidakpahaman secara mendasar terhadap pemahaman, tujuan serta manfaat kelembagaan koperasi. Untuk itu, setelah mengikuti pelatihan ini kelompok pekerja migran memiliki pemahaman terkait tujuan dan manfaat kelembagaan ekonomi koperasi.
“Adanya peningkatan kapasitas dan pengetahuan pekerja migran dalam hal manajemen koperasi. Adanya kebersamaan dalam meningkatkan pemasaran produk kelompok pekerja migran,” ujarnya.







Saat ini belum ada komentar