KAI Catat 351,6 Juta Pelanggan Gunakan Layanan Kereta Api
- account_circle Anindya Astadewi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 130
- comment 0 komentar

Para penumpang turun dari kereta api di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta. Foto: Padmo
Pertumbuhan juga terjadi pada layanan transportasi perkotaan LRT Jabodebek. Sepanjang Januari-Agustus 2026, layanan tersebut mengangkut 21.809.797 pelanggan atau meningkat 19,05 persen dari 18.320.610 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Anne, tingginya penggunaan layanan commuter dan LRT menunjukkan peran transportasi massal dalam menunjang aktivitas masyarakat di kawasan perkotaan.
Salah satu gambaran tingginya mobilitas tersebut terlihat pada Bogor Line. Layanan ini mencatat 105.704.913 pelanggan sepanjang Januari-Agustus 2026 atau rata-rata sekitar 435 ribu pelanggan setiap hari.
KAI kemudian menyesuaikan kapasitas dan fasilitas stasiun dengan peningkatan mobilitas tersebut. Salah satunya melalui pengembangan peron di Stasiun Bogor untuk mendukung operasional rangkaian SF12.
Layanan Kereta Makin Beragam
Kebutuhan perjalanan masyarakat tidak hanya terkonsentrasi pada mobilitas harian. Sejumlah layanan lain dalam ekosistem KAI Group juga mencatat penggunaan pelanggan selama delapan bulan pertama 2026.
Whoosh melayani 4.078.168 pelanggan, naik 0,68 persen dibandingkan 4.050.791 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
KAI Bandara mencatat 4.647.947 pelanggan atau meningkat 0,19 persen dari 4.639.062 pelanggan. Sementara itu, LRT Sumsel melayani 2.965.997 pelanggan dan KA Makassar–Parepare mengangkut 231.764 pelanggan, tumbuh 13,13 persen dibandingkan 204.856 pelanggan pada periode yang sama 2025.
Pertumbuhan paling tinggi di antara sejumlah layanan tersebut tercatat pada KAI Wisata. Sepanjang Januari-Agustus 2026, layanan ini melayani 216.980 pelanggan atau meningkat 49,09 persen dibandingkan 145.537 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“Setiap layanan memiliki karakter pelanggan yang berbeda. Perjalanan commuter membutuhkan frekuensi dan ketepatan waktu, kereta antarkota memberi pilihan perjalanan antardaerah. Sementara kereta wisata menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih personal,” kata Anne.
Kereta Ekonomi untuk Mobilitas Masyarakat
KAI juga mengembangkan layanan dengan karakteristik khusus untuk mendukung mobilitas masyarakat. Salah satunya Kereta Ekonomi Kerakyatan yang telah melayani 182.208 pelanggan sejak mulai beroperasi pada 2026 hingga 9 September 2026.
Jumlah tersebut terdiri atas 181.900 pelanggan K3 Kerakyatan dan 308 pelanggan Kereta Petani dan Pedagang jarak jauh pada relasi Garut–Pasar Senen dan Pasar Senen-Garut.
Di Banten, layanan Kereta Petani dan Pedagang pada lintas Merak-Rangkasbitung telah digunakan 43.780 pelanggan sejak beroperasi pada 1 Desember 2025 hingga 14 September 2026.
Layanan tersebut menerapkan tarif Rp3.000 untuk sekali perjalanan dan menjadi salah satu pilihan transportasi masyarakat untuk bekerja, berdagang, serta menjalankan aktivitas sehari-hari.
Transaksi Tiket Bergeser ke Digital
Perubahan perilaku pelanggan juga terlihat dari semakin tingginya penggunaan layanan digital. Melalui aplikasi Access by KAI, masyarakat kini dapat mengatur berbagai kebutuhan perjalanan tanpa harus datang langsung ke loket stasiun.
Sepanjang Semester I 2026, Access by KAI mencatat 17.009.374 transaksi penjualan tiket KA Utama dan KA Lokal. Jumlah tersebut mencapai 76,34 persen dari total 22.281.645 transaksi melalui seluruh kanal penjualan.
Dari sisi jumlah tiket, Access by KAI melayani pembelian 24.544.468 tiket atau 73,68 persen dari total 33.313.364 tiket KA Utama dan KA Lokal yang terjual selama periode tersebut.
Hingga 30 Juni 2026, jumlah pengguna terdaftar Access by KAI mencapai 30.449.049 orang. Jumlah tersebut bertambah 3.154.132 pengguna sepanjang Semester I 2026.
- Penulis: Anindya Astadewi
- Editor: Hanny Garnet







Saat ini belum ada komentar