Affiliate Marketing sebagai Terobosan dalam Mengatasi Pengangguran di Era Digital
- account_circle Rizka Nur Shaliha
- calendar_month Kam, 29 Okt 2026
- visibility 167
- comment 0 komentar

Affiliate marketing sebagai terobosan untuk mengatasi pengangguran di era digital. (Foto: Dok. Rizka Nur Shaliha)
Program affiliate marketing (pemasaran afiliasi) sebagai terobosan dalam mengatasi pengangguran di era digital. Profesi sebagai affiliator tidak bisa dianggap remeh karena diperlukan konsistensi, kreativitas konten dan profesionalitas.
Mengutip Satudata Kemnaker (2026) berdasarkan data Penduduk Usia Kerja (PUK) periode Februari 2026, total pengangguran tercatat sebanyak 7.243.605 orang. Jumlah pengangguran terdiri atas 4.556.224 laki-laki dan 2.687.381 perempuan.
Data yang sama menunjukkan jumlah penduduk usia kerja di Indonesia mencapai 219,54 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 147,67 juta orang tercatat bekerja. Pada kondisi saat ini, affiliate marketing adalah solusi yang sangat fleksibel untuk mengatasi pengangguran.
Menurut Dave Chaffey & Fiona Ellis-Chadwick, affiliate marketing merupakan proses yang bekerja dengan memanfaatkan jaringan afiliasi sebagai perantara antara perusahaan dan afiliasi. Perusahaan menyediakan program agar pihak lain bisa mempromosikan produk lewat saluran digital dan mendapat komisi dari setiap transaksi.
Adapun beberapa kebermanfaatan program affiliate marketing sebagai berikut: 1) Tanpa biaya modal awal. Pendaftaran program affiliate (seperti Shopee, TikTok, Tokopedia) gratis. 2) Tidak mengutamakan latar belakang pendidikan. Berbeda dengan lowongan kerja pada umumnya, program ini tidak meminta syarat ijazah atau pengalaman kerja. 3) Fleksibel dan bisa dilakukan dari rumah. 4) Peluang penghasilan yang didapatkan berdasarkan komisi per-penjualan.
Semakin konsisten dan kreatif dalam membuat konten promosi, semakin besar komisi yang didapatkan. Beberapa tips yang bisa dilakukan affiliator pemula yaitu: 1) Fokus pada satu tema. Hal ini membuat algoritma fokus barang dan tidak acak. Pilih satu tema barang yang Anda sukai seperti kosmetik, perlengkapan bayi, fashion, ataupun elektronik. 2) Buat konten review yang jujur. Konsumen saat ini lebih suka video ulasan (review) pendek yang jujur dan solutif daripada jualan produk secara langsung (hard selling). 3) Gunakan fitur video pendek seperti algoritma TikTok, Reels Instagram, dan YouTube Shorts yang cocok bagi affiliator pemula. 4) Konsisten dalam membuat video. Hal yang penting dari program affiliate adalah konsistensi mengunggah konten setiap hari.
Adapun peran pemerintah sangat diperlukan dalam mendukung digital marketing pada saat ini. Beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu: 1) Menyediakan infrastruktur seperti internet, pemerataan sinyal hingga ke daerah agar pelaku usaha dan affiliator dapat mengakses pasar digital. 2) Adanya regulasi dan kebijakan seperti transaksi elektronik serta penentuan pajak platform digital. 3) Memberikan perlindungan konsumen seperti peredaran produk, transaksi digital, serta keamanan data pribadi. 4) Pemerintah memberikan pelatihan digital marketing seperti pembuatan konten bagi affiliator ataupun para pelaku UMKM. 5) Memberikan dukungan promosi, pameran/bazar, akses pembiayaan, serta modal usaha bagi para UMKM.
Program affiliate marketing merupakan terobosan dalam mengatasi pengangguran di era digital serta memberikan peluang bagi mereka yang belum mendapatkan pekerjaan formal. Di tengah ketatnya persaingan dunia kerja, industri digital ini menyediakan ruang bagi siapa pun yang mau konsisten belajar dan berkreasi. ***
Penulis: Rizka Nur Shaliha, Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Putra Bangsa
- Penulis: Rizka Nur Shaliha







Saat ini belum ada komentar