Breaking News
light_mode
Beranda » News » Lebih dari 100 Kasus Tercatat di 2025, Kebumen Perkuat Layanan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

Lebih dari 100 Kasus Tercatat di 2025, Kebumen Perkuat Layanan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
  • visibility 693
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Kebumen menunjukkan tren peningkatan.

Isu penting ini kemudian menjadi fokus utama dalam rangkaian peringatan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) yang digelar di Ruang Teater Disarpus Kebumen, Kamis 27 November 2025.

Acara yang diinisiasi oleh Migrant CARE Kebumen bekerja sama dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), PPRBM Solo, dan DESBUMI Kebumen ini mengusung tema Bersatu untuk Akhiri Kekerasan Digital dan Komoditisasi Terhadap Perempuan dan Pekerja Migran Perempuan.

Lonjakan Kasus dan Komitmen Pemerintah

Data dari Dinsos P3A Kebumen mencatat peningkatan signifikan kasus kekerasan. Pada tahun 2023, tercatat 73 kasus. Angka ini meningkat menjadi 85 kasus di sepanjang tahun 2024 (42 menimpa perempuan dan 43 menimpa anak).

Lebih mencemaskan, hingga September 2025, jumlah kasus sudah mencapai 122 kasus, didominasi oleh kekerasan seksual dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kebumen Lilis Nuryani yang kedatangannya disambut dengan Tari Lawet, menyampaikan komitmen kuat pemerintah daerah.

“Hingga tahun 2025 ini, lebih dari seratus kasus kekerasan perempuan dan anak tercatat di Kebumen. Angka ini mengingatkan kita bahwa pekerjaan masih panjang, namun ada kabar baik yaitu semakin banyak korban yang berani melapor,” ujar Bupati Lilis.

Lebih lanjut, Bupati Lilis menegaskan tiga komitmen utama Pemda di antaranya anggaran perlindungan untuk menjamin kecukupan anggaran agar layanan bagi korban tidak tersendat.

Lalu regulasi untuk mengawal implementasi aturan perlindungan agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh perempuan dan anak.

Serta pencegahan kultural untuk mendorong edukasi di keluarga, sekolah, dan komunitas untuk membangun relasi sehat dan sikap saling menghargai.

Bupati juga menyampaikan bahwa sejak April 2025, Kebumen telah memiliki UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak) yang berfungsi sebagai rumah aman pertama bagi korban.

“Kami ingin memastikan korban diterima tanpa dihakimi, didengar sepenuhnya, dan didampingi hingga prosesnya tuntas,” tambahnya.

Sorotan Kekerasan Digital dan Pekerja Migran

Dalam konteks pekerja migran, yang mayoritas di Kebumen adalah perempuan, kasus kekerasan juga tinggi, meliputi penahanan dokumen, pelarangan komunikasi, dan eksploitasi.

Fenomena ini dinilai bahwa pengawasan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) masih lemah dan mendesak perubahan paradigma Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

Teknologi digital disorot sebagai peluang sekaligus risiko kekerasan, dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk merekrut pekerja migran ilegal untuk tujuan kejahatan di Kamboja, Laos, dan Myanmar melalui iming-iming gaji tinggi.

Selain itu, perempuan penyandang disabilitas menghadapi kerentanan berlipat. Meskipun Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2021 mencatat 1 dari 4 perempuan pernah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual, data spesifik kasus yang dialami perempuan disabilitas di Kebumen hingga kini belum tersedia.

Kondisi ini menunjukkan urgensi penguatan sistem pencatatan dan layanan yang ramah disabilitas.

Rangkaian Acara dan Narasumber

Peringatan HAKTP di Kebumen dilaksanakan dalam format talk show, pentas seni, bedah buku, pemutaran film, dan bazar DESBUMI.

Bedah Buku “Feminisme Nusantara” bersama Nurul Hanivah dan Muhammad Fauhan Fawaqi SIP, MM. Lalu talk show dengan narasumber S.F. Aqilah, Yunita Prasetyani (Kepala Dinsos P3A), dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika (Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah), dan Elisabet SA Widyastuti SKM M Kes (PKBI Jawa Tengah).

Kegiatan ini bertujuan merumuskan rekomendasi untuk mewujudkan ruang digital aman, mengimplementasikan kebijakan yang ramah perempuan, serta menjamin kerja layak bagi perempuan pekerja migran dan disabilitas.

Peserta kegiatan berjumlah 90 orang, berasal dari berbagai unsur seperti Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akademisi, Migran Care Kebumen, PEKKA, PPRBM, Organisasi Penyandang Disabilitas, Formasi, SLB, dan perwakilan BEM dari beberapa universitas di Kebumen. Makin Tahu Indonesia 

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Darori Wonodipuro

    Darori Wonodipuro Serahkan Bantuan Kendaraan Roda Tiga, Ini Delapan Kelompok Tani yang Menerima

    • calendar_month Kam, 5 Jan 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.397
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Anggota Komisi IV DPR RI Ir KRT H Darori Wonodipuro MM IPU kembali menyerahkan bantuan kendaraan roda tiga kepada kelompok tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kabupaten Kebumen. Kali ini wakil rakyat asal Petanahan Kebumen itu menyerahkan bantuan berupa delapan unit kendaraan roda tiga merk Viar kepada kelompok tani dan […]

  • SMK Tamansiswa Karanganyar

    SMK Tamansiswa Karanganyar Jadi Tempat Lomba Kompetensi Siswa Automobile Technology dan Metrology

    • calendar_month Ming, 12 Mar 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.029
    • 0Komentar

    KARANGANYAR (KebumenUpdate.com) – Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Kabupaten Kebumen kembali digelar. Ada 32 mata lomba yang digelar pada event yang diselenggarakan oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK dan Bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) tersebut. Dari 32 mata Lomba Kompetensi Siswa tersebut SMK Tamansiswa Karanganyar Kebumen menjadi tuan rumah LKS […]

  • Kurangi Risiko Bencana, Palang Merah Jepang Gandeng PMI Kebumen Adakan Webinar Kebencanaan

    Kurangi Risiko Bencana, Palang Merah Jepang Gandeng PMI Kebumen Adakan Webinar Kebencanaan

    • calendar_month Sab, 12 Mar 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.621
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – PMI Kebumen bekerjasama dengan Palang Merah Jepang (Japanese Red Cross Society ) mengadakan seminar kebencanaan secara daring (online) pada Sabtu 12 Maret 2022. Webinar ini diadakan dalam rangka pengurangan risiko bencana. Sebanyak 100 peserta mengikuti webinar yang mengangkat tema “Peran Mahasiswa dalam Pengurangan Bencana di Masyarakat dan Sekolah.” Mengundang tiga narasumber yang […]

  • BJPS Kesehatan

    Dukung Vaksinasi Covid-19, BPJS Kesehatan Siapkan Aplikasi PCare Vaksinasi

    • calendar_month Jum, 8 Jan 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.239
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kebumen siap mendukung dan berperan dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Vaksinasi Covid-19 dilaksanakan dalam rangka upaya penanganan penyebaran Covid-19. Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kebumen Wahyu Giyanto menjelaskan, peran dan dukungan BPJS Kesehatan dalam pelaksanaan vaksinasi adalah penyediaan aplikasi Primary Care Vaksinasi Dinas Kesehatan (Pcare Vaksinasi Dinkes). Aplikasi ini […]

  • Yang Ditunggu-Tunggu Akhirnya Datang, Pengerjaan Rumput Stadion Chandradimuka Dimulai!

    Yang Ditunggu-Tunggu Akhirnya Datang, Pengerjaan Rumput Stadion Chandradimuka Dimulai!

    • calendar_month Sen, 14 Sep 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 894
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Unggahan terbaru di akun Instagram resmi Lestarindo Soccerfield mengenai progres proyek Stadion Chandradimuka, Kebumen, pada Senin, 14 September 2026, mendapat sambutan hangat dari publik. Berdasarkan pantauan di kolom komentar, antusiasme warga lokal dan pencinta sepak bola terpantau sangat tinggi. Sejumlah warga mengekspresikan rasa syukur dan bangganya karena kampung halaman mereka kini memiliki […]

  • Preman Budiman

    Mengenal Heksa, Preman Budiman Asal Karanganyar

    • calendar_month Rab, 24 Feb 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 26.350
    • 0Komentar

    APA yang Anda pikirkan ketika mendengar tentang preman pasar? Tentu yang terlintas adalah kekerasan, kebrutalan, pemalakan, dan sejenisnya. Preman seringkali mendapat stigma negatif dari masyarakat. Namun lain halnya dengan preman Pasar Karanganyar Kebumen yang satu ini. Adalah Heksa Heri Sukarno, pembina Komunitas Gembel Pasar (Gempas) ini dikenal sebagai Preman Budiman asal Karanganyar. Komunitas Gempas yang […]

expand_less