Hadiri MASTA PMB UNIMUGO, Wamendikdasmen Ingatkan Pentingnya Karakter dan Adaptasi di Era AI
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 49
- comment 0 komentar

GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 1.028 mahasiswa baru resmi memasuki lingkungan Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) pada Tahun Akademik 2026/2027. Mereka mengikuti rangkaian Masa Ta’aruf Penyambutan Mahasiswa Baru (MASTA PMB) yang berlangsung selama tiga hari, mulai 29 September hingga 1 Oktober 2026.
Acara puncak penyambutan ini semakin istimewa dengan kehadiran Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Dr. Fajar Riza Ulhaq, M.A., serta Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, Kamis 1 Oktober 2026.
Rektor UNIMUGO, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., dalam laporan sambutannya menyampaikan rasa syukur atas lonjakan animo pendaftar yang mencapai lebih dari 1.500 orang.
Ia memaparkan bahwa UNIMUGO tengah melakukan transformasi besar pada empat pilar: kelembagaan, akademik, teknologi informasi (IT), dan sumber daya manusia (SDM).
Sebagai langkah strategis memperkuat rumpun ilmu kesehatan, UNIMUGO menargetkan pengunggahan proposal pendirian Fakultas Kedokteran pada Desember 2026 dengan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sebagai universitas pembina.
Selain itu, kampus juga menyiapkan berbagai prodi baru seperti S1 Ilmu Gizi, Rekam Medik, Fisioterapi, hingga program pascasarjana.
Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengapresiasi peran strategis UNIMUGO dalam memajukan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat fasilitas serta layanan pendidikan yang merata bagi anak-anak di Kabupaten Kebumen.
Dalam sesi pembekalan utama, Wamendikdasmen RI Dr. Fajar Riza Ulhaq memberikan motivasi inspiratif kepada para mahasiswa baru.
Mengutip esai Martin Luther King Jr. tahun 1947 berjudul The Purpose of Education, ia mengingatkan bahwa tujuan utama pendidikan adalah membentuk karakter sekaligus mempertajam inteligensia, yang sejalan dengan esensi ajaran Islam untuk menyempurnakan akhlak.
Wamendikdasmen juga menyoroti tantangan dunia kerja di masa depan yang bergerak sangat cepat akibat disrupsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Berdasarkan prediksi Forum Ekonomi Dunia dan data ILO, puluhan juta pekerjaan akan bergeser, sehingga selembar ijazah saja tidak lagi cukup menjamin kesuksesan karier.
“Seorang mahasiswa dengan IPK empat tetapi tidak memiliki kemampuan menarasikan dirinya dengan baik, biasanya akan kalah dibandingkan mahasiswa dengan prestasi rata-rata namun cakap dalam membangun portofolio dan komunikasi positif,” tegas Fajar di hadapan ribuan mahasiswa baru.
Ia mendorong para mahasiswa untuk aktif berorganisasi guna melatih keterampilan hidup (life skills) seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan membangun jejaring.
Pengalaman berorganisasi—seperti yang ia jalani saat aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)—menjadi modal penting dalam menempa kepemimpinan dan ketahanan mental.
“Pendidikan S1 adalah fondasi. Namun, dalam dunia profesi yang dinamis, kemampuan untuk terus belajar sepanjang hayat (lifelong learning) serta mental yang adaptif adalah kunci utama agar kita tidak tertinggal,” pungkasnya. **Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar