Gua Jatijajar Sepi Pengunjung, Pemkab Siapkan Wajah Baru
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 39
- comment 0 komentar

AYAH (KebumenUpdate.com) — Objek wisata legendaris Gua Jatijajar di Desa Jatijajar Kecamatan Ayah kini menghadapi tantangan serius akibat minimnya kunjungan wisatawan serta fasilitas yang kurang terawat.
Sebagai ikon pariwisata daerah yang menyimpan sejarah dan keunikan tinggi, pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan optimalisasi secara menyeluruh guna mendongkrak kembali potensi dan daya tariknya.

Bersama warga sekitar objek wisata Gua Jatijajar. (Foto: Hari)
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Kamis, 1 Oktober 2026. Dalam kunjungannya, Bupati menegaskan komitmen pemerintah untuk segera melakukan pembenahan total agar Gua Jatijajar kembali populer dan menjadi daya tarik utama wisatawan.
“Hari ini saya berada di wisata Gua Jatijajar yang begitu terkenal. Kami melihat langsung kondisinya, dan bersama Dinas Pariwisata serta pemerintah desa, kami akan merenovasi agar Gua Jatijajar kembali populer,” jelas Bupati Lilis Nuryani.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen, Frans Haidar, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk respons terhadap kondisi Gua Jatijajar yang belum menunjukkan tren menggembirakan. Selain angka kunjungan yang masih rendah, fasilitas pendukung juga dinilai kurang terawat.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bersama lintas sektor akan melakukan pendataan dan analisis menyeluruh. Langkah ini mencakup perbaikan tata letak pedagang, peningkatan fasilitas dan kenyamanan pengunjung, revitalisasi sistem pencahayaan (lighting), serta area kuliner.
Frans juga menekankan bahwa pemulihan ikon wisata ini tidak bisa berjalan sendiri tanpa sinergi yang kuat.
“Sangat berat apabila ini dipikul hanya oleh dinas. Perlu kerja sama lintas instansi, mulai dari dinas terkait, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, paguyuban pedagang, hingga masyarakat sekitar,” ujar Frans.
Meski sempat sepi, wisata ini tetap memegang posisi penting sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata tertinggi di Kebumen. Dengan pengambilalihan penuh pengelolaan oleh Pemda sejak 18 Agustus lalu, pemerintah menargetkan momentum kebangkitan pada tahun 2027.
Potensi besar tersebut didukung oleh status Gua Jatijajar sebagai destinasi wisata legendaris yang mendukung Kebumen Geopark serta memiliki keunikan langka yang jarang ditemukan di daerah lain.
Sebagai informasi, Gua Jatijajar menawarkan keindahan alam berupa delapan diorama kisah legenda Raden Kamandaka–Lutung Kasarung serta empat mata air, yakni Sendang Kantil, Sendang Mawar, Sendang Puserbumi, dan Sendang Jombor.
Saat ini, tiket masuk dibanderol seharga Rp15.500 untuk hari kerja (weekday) dan Rp20.500 untuk akhir pekan (weekend), tarif yang setara dengan Gua Petruk yang difokuskan sebagai wisata minat khusus. **Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar