Warga Kedungwaru Bersama Relawan Gotong Royong Perkuat Tanggul Sungai Lukulo
- account_circle Anindya Astadewi
- calendar_month 50 menit yang lalu
- visibility 51
- comment 0 komentar

Warga bersama sukarelawan bergotong royong memperkuat tanggul Sungai Lukulo. (Foto: BPBD Kebumen)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Ratusan warga bersama sekitar 30 organisasi relawan bergotong royong memperkuat tanggul Sungai Lukulo di Desa Kedungwaru, Kecamatan Karangsambung, Kebumen, Minggu, 11 Oktober 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi longsor dan banjir menjelang musim hujan.
Warga memasang geobag dan sandbag berisi tanah, patok bambu, serta 130 batang glugu atau batang kelapa setinggi sekitar lima meter. Sebanyak 550 geobag dan sandbag disiapkan untuk memperkuat bantaran sungai.
Sekretaris Desa Kedungwaru, Trisno Subekti, mengatakan pemerintah desa telah mengusulkan penanganan kepada Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen sejak September. Usulan tersebut meliputi penataan alur sungai melalui sodetan dan pembangunan talut.
Sambil menunggu penanganan lanjutan, tiga ekskavator dan satu buldoser dari BBWSSO dan DPUPR dikerahkan untuk memindahkan material tanah dari tebing sisi utara ke selatan. Warga kemudian melanjutkan penguatan tanggul secara swadaya.
“Pengajuan penanganan kembali kami lakukan karena material yang tersedia hampir seluruhnya terpasang,” kata Trisno Subekti.
Penguatan tanggul menjadi perhatian setelah arus Sungai Lukulo menggerus tebing di RT 01 RW 01 Desa Kedungwaru. Kondisi sungai yang menikung di sekitar lokasi meningkatkan risiko kerusakan bantaran ketika debit air meningkat.

12 Kepala Keluarga Terdampak
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Bagus Priyanto, mengatakan penanganan menyasar tebing sepanjang sekitar 350 meter dengan tinggi tujuh meter. Sebanyak 12 kepala keluarga di kawasan tersebut sebelumnya terdampak ancaman dan sempat direlokasi.
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kebumen, Suru Iryawan, mengatakan sekitar 30 organisasi relawan terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Gotong royong ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi musim penghujan,” ujarnya.
Warga setempat, Rey Herawati, mengapresiasi keterlibatan pemerintah, relawan, dan masyarakat. Ia berharap penguatan tanggul dapat mengurangi risiko dan memberikan rasa aman bagi warga yang tinggal di sekitar Sungai Lukulo. *** Makin tahu Indonesia
- Penulis: Anindya Astadewi
- Editor: Hanny Garnet







Saat ini belum ada komentar