International Geodiversity Day 2026: Disparbud dan BP Geopark Kebumen Perkuat Kompetensi Ranger
- account_circle Anindya Astadewi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 71
- comment 0 komentar

Para ranger Geopark Kebumen foto bersama di sela-sela peningkatan kompetensi. Foto: Istimewa
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kebumen bersama Badan Pengelola (BP) Geopark Kebumen memperkuat kompetensi ranger untuk meningkatkan edukasi warisan bumi sekaligus menyiapkan program School Goes to Geopark. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Ranger Geopark Kebumen 2026 di Objek Wisata Gua Jatijajar, Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, Senin, 12 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan International Geodiversity Day 2026 bertema “Geodiversity on Our Doorstep”. Peserta berasal dari Kebumen Geopark Youth Forum (KGYF), pemandu Galeri Geopark, Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Kebumen, pengelola Gua Jatijajar, dan komunitas Sahabat Bumi.
Ketua HPI DPC Kebumen sekaligus Anggota Bidang Litbang dan Kebudayaan BP Geopark Kebumen, Irfan Hadianto SE menyampaikan materi “Geologi Karst dan Interpretasi Karst Gombong Selatan”. Ia membahas karakteristik kawasan karst dan teknik menyampaikan informasi geologi secara menarik serta mudah dipahami pengunjung.
Sementara itu, praktisi pariwisata Sigit Tri Prabowo membawakan materi “Geodiversity on Our Doorstep sebagai Penguatan Edukasi School Goes to Geopark“. Materi ini menekankan pemanfaatan potensi geologi di lingkungan sekitar sebagai sumber pembelajaran kontekstual bagi pelajar.
Peserta juga mengikuti simulasi dan praktik pemanduan lapangan untuk mengasah kemampuan komunikasi, interpretasi, dan penyampaian informasi sesuai karakteristik pengunjung.
School Goes to Geopark Jadi Fokus Kolaborasi
Disparbud dan BP Geopark Kebumen mendorong pengembangan School Goes to Geopark sebagai program pembelajaran di luar kelas. Melalui kunjungan edukatif dan praktik lapangan, pelajar diharapkan mengenal geologi, keanekaragaman hayati, serta budaya lokal secara langsung.
Untuk mendukung program tersebut, diperlukan penyusunan paket edukasi, materi pembelajaran, panduan pemanduan, dan lembar aktivitas pelajar. Koordinasi dengan sekolah, perangkat daerah terkait, serta komunitas juga menjadi bagian penting dalam persiapannya.
Kolaborasi ini menempatkan ranger bukan hanya sebagai pemandu wisata, tetapi juga sebagai edukator yang menghubungkan pengetahuan geologi dengan kehidupan masyarakat dan pelestarian lingkungan.
Melalui peningkatan kapasitas ranger dan pengembangan edukasi sekolah, Disparbud dan BP Geopark Kebumen berupaya memperkuat peran Kebumen UNESCO Global Geopark dalam pendidikan, konservasi, pemberdayaan masyarakat, dan pariwisata berkelanjutan. *** Makin tahu Indonesia
- Penulis: Anindya Astadewi
- Editor: Hanny Garnet







Saat ini belum ada komentar