Perguruan Pencak Silat Tri Guna Sakti Berusia 38 Tahun, Fokuskan Bina Atlet Muda
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 27 Jul 2022
- visibility 5.455
- comment 0 komentar

Pesilat PPS Tri Guna Sakti mengikuti latihan rutin. (Foto: Dok. PPS Tri Guna Sakti)
Dia mengungkapkan bahwa pada awal berdiri, perguruan ini bernama Lawa Hitam. Namun berdasarkan hasil diskusi Guru Besar dengan pendamping dari militer dan kepolisian akhirnya diputuskan menggunakan nama Tri Guna Sakti. Nama ini merupakan cerminan falsafah perguruan yaitu olah raga (pembinaan fisik), olah rasa (kepekaan sosial dan lingkungan) serta olah sukma (aspek spiritualitas).
Baca Juga: Pesilat PSHT Borong Juara 1 Popda Tingkat SD/MI
Henri Kencana Putra menambahkan bahwa selain menjadi sarana penyaluran hobi dan pembinaan bakat, terbukti murid-murid Tri Guna Sakti juga mampu berprestasi di berbagai kompetisi.
“Kami memiliki kelompok-kelompok ekstrakurikuler di sekolah. Dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), kami mendampingi murid yang hendak berlaga mewakili sekolahnya. Alhamdulillah anggota kami mampu meraih prestasi yang membanggakan. Ke depan kami akan semakin fokus mendampingi para atlet muda ini sebagai bentuk regenerasi Tri Guna Sakti,” ungkap Henry.
Panggilan Seorang Pendekar Sebagai Juru Damai

Pesilat PPS Tri Guna Sakti mengikuti latihan rutin. (Foto: dok. PPS Tri Guna Sakti)
Dalam Pitutur Luhur-nya, Guru Besar Dasuki Rahmat menekankan panggilan seorang pendekar untuk menjadi juru damai. Ketika di tengah masyarakat terjadi konflik dan perselisihan, seorang pendekar harus bersikap netral dan mampu menjadi juru damai. Ditekankan bahwa setiap murid Tri Guna Sakti harus mampu memberi dampak positif bagi lingkungannya.







Saat ini belum ada komentar