Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kebumen-Banjarnegara Itu Ibarat Tetangga yang Rumahnya Saling Membelakangi

Kebumen-Banjarnegara Itu Ibarat Tetangga yang Rumahnya Saling Membelakangi

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Ming, 12 Jan 2020
  • visibility 29.489
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

KEBUMEN dengan Banjarnegara merupakan dua kabupaten yang bertetangga. Ibarat rumah yang bersebelahan tetapi saling membelakangi, Kebumen-Banjarnegara itu dekat secara bangunan tetapi jauh dilihat dari interaksi penghuninya.

Meskipun bertetangga, kedua warga kabupaten ini masih belum berinteraksi  secara intens. Masing-masing jarang saling berkunjung karena akses yang menghubungkan kedua tetangga ini tidak mendukung.

Jalan utama yang menghubungan Kebumen-Banjarnegara adalah via Kecamatan Gombong-Sempor Kebumen dengan Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara. Jalan provinsi ini kondisinya mulus, tetapi kurang strategis lantaran jaraknya yang jauh dari kota. Jadi harus memutar cukup jauh untuk sampai pusat kota.

Banyak Pengendara Terjebak Jalan Rusak di Perbatasan

Sebenarnya ada jalur terdekat yang menghubungkan dua pusat kota yakni via Karangsambung melalui Desa Giritirto, Kecamatan Karanggayam dengan Kecamatan Pagedongan Banjarnegara. Dari sisi Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara sebenarnya jalan sudah mulus. Tetapi sesampai di perbatasan Kebumen jalan tidak layak dilalui kendaraan umum.

Bahkan beberapa waktu terakhir sering diberitakan adanya mobil yang terjebak di jalur tersebut. Dalam kasus ini,  para pengendara yang melalui jalur tersebut menggunakan paduan aplikasi Google Map. Peristiwa  terbaru adalah sebuah bus yang mengangkut rombongan terjebak pada malam hari di tengah hutan di perbatasan Kebumen-Banjarnegara, Sabtu 4 Januari 2020.

Meskipun sudah setengah perjalanan, pengendara terpaksa balik kanan. Sebab jika dipaksakan melalui jalur tersebut sangat membahayakan keselamatan.

Akses Buruk Tiga Dusun di Desa Giritirto Nyaris Terisolasi

Bertahun-tahun bupati silih berganti, tetapi jalan tembus Kebumen-Banjarnegara melalui Desa Giritirto masih saja dibiarkan merana. Jalur yang membelah perbukitan Lokidang itu lebih cocok menjadi jalur offroad ketimbang bertatus jalan kabupaten. Kendaraan dipastikan akan kandas jika melintas karena sebagian ruas jalan ambles cukup dalam.

Akibat kerusakan jalan yang sangat parah, terdapat tiga dusun di Desa Giritirto yakni Dusun Cempaka, Julek dan Pranji nyaris terisolasi. Mereka kesulitan mendapatkan akses pelayanan publik baik ekonomi, pendidikan, kesehatan. Bahkan warga kesulitan untuk mencapai pusat desa yang berjarak sekitar 6 kilometer.

Sebagian warga di tiga dusun itu merasa  tidak lagi dianggap eksistensinya. Mereka bahkan pernah menyatakan ingin pindah menjadi warga Banjarnegara. Maklum anak-anak di dukuh tersebut memang memilih sekolah di Banjarnegara ketimbang di Kebumen.

Jalan di sepanjang Desa Wonotirto-Giritirto hingga Jembatan Mangir kondisinya sudah mulus karena telah diaspal hotmix.  Tetapi setelah melintasi Jembatan Lokidang hingga Desa Banaran, Bajarnegara kondisinya terbalik 180 derajat.

Jalur Lokidang Dibangun, Desa Giritirto Jadi Gerbang Kebumen

Jalur tersebut tak lagi dibangun setelah rusak oleh truk pengangkut pasir Sungai Lukulo yang dibawa ke Banjarnegara.  Jika memang demikian, kebijakan itu perlu ditinjau ulang. Karena membiarkan jalan itu rusak, sama saja menghilangkan potensi.

Membangun jalan tembus tersebut akan meningkatkan perekonomian warga Kebumen. Pembangunan jalur tersebut selaras dengan pembangun Jalur Lingkar Utara (Jalingkut) Kebumen.

Jika jalur Lokidang dibangun, Desa Giritirto yang terkenal dengan Kopi Gemplong itu tidak lagi menjadi ‘desa terluar’ melainkan menjadi gerbang masuk ke Kebumen

Selain Jalur Lokidang,  jalan tembus Kebumen-Banjarnegara ruas Srisip-Sadang perlu dipercepat. Hanya saja dalam perjalannnya, proses pembangunan masih harus mengantongi ijin dari Perhutani. Bahkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sendiri menilai pembangunan jalan tembus Banjarnegara-Kebumen ruas Srisip-Sadang masih butuh banyak usaha karena harus mengepras perbukitan.

Banyak harapan jika jalan tembus Kebumen-Banjarnegara dibangun. Tak sekadar perekonomian dua daerah yang akan meningkat. Kebumen dan Banjarnegara akan menjadi tetangga yang saling berhadapan. (Ondo Sp)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • 4.000 Orang Ikuti Senam Sehat Bersama Ahmad Luthfi-Taj Yasin, Ketua Bolo Seno Kebumen Optimis Menang

    4.000 Orang Ikuti Senam Sehat Bersama Ahmad Luthfi-Taj Yasin, Ketua Bolo Seno Kebumen Optimis Menang

    • calendar_month Ming, 13 Okt 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.186
    • 0Komentar

    BULUSPESANTREN (KebumenUpdate.com) – Tim pemenangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin dan Lilis Nuryani-Zaeni Miftah menggelar kegiatan olahraga bertajuk Senam Sehat di Lapangan Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren, Minggu 13 Oktober 2024. Hadir Mohammad Yahya Fuad selaku dewan pembina, Khayub Muhammad Lutfi dan Adi Pandoyo sebagai dewan penasehat, serta HM Tursino selaku koordinator kabupaten. Tidak ketinggalan Calon Bupati Kebumen […]

  • Usai Santap Sate dan Gulai Kambing, Puluhan Santri  Pondok Pesantren Roudhotul Ulum Keracunan

    Usai Santap Sate dan Gulai Kambing, Puluhan Santri  Pondok Pesantren Roudhotul Ulum Keracunan

    • calendar_month Rab, 3 Apr 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.592
    • 0Komentar

    KebumenUpdate. Puluhan santri Pondok Pesantren Roudhotul Ulum Desa Karangtanjung Kecamatan Alian, Kebumen, dilaporkan keracunan setelah menyantap sate dan gulai Kambing, Rabu (3/4/2019). Informasi terakhir hingga sore ini, korban keracunan massal telah mencapai 55 orang. Sebanyak 48 merupakan santri Roudhotul Ulum mendapatkan perawatan di RSUD dr Soedirman Kebumen. Sedangkan tujuh anak Panti Nurul Barokah mendapatkan perawatan […]

  • Gaspala

    Gaspala SMA N 2 Kebumen Galang Dana untuk Korban Bencana

    • calendar_month Ming, 31 Jan 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.276
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Gabungan Siswa Pecinta Alam (Gaspala) bekerjasama dengan OSIS SMA Negeri 2 Kebumen melakukan aksi penggalangan dana untuk korban bencana alam di Indonesia, Minggu 24 Januari 2021. Aksi turun ke jalan ini dilakukan di beberapa titik yang ada di pusat kota Kebumen seperti Alun-alun, Tugu Lawet, dan Simpang Kembaran. Koordinator acara dari Gaspala, […]

  • Riverboarding: Olahraga Ekstrem yang Kian Berkembang di Kebumen

    Riverboarding: Olahraga Ekstrem yang Kian Berkembang di Kebumen

    • calendar_month Ming, 30 Jun 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.642
    • 0Komentar

    RIVERBOARDING, juga dikenal sebagai selancar sungai, pertama kali muncul di Kanada pada tahun 1956. Olahraga ini kemudian menyebar ke Perancis pada tahun 1977 dan masuk ke Amerika Serikat pada dekade 1980-an. Di Indonesia, olahraga ini baru dikenal sekitar tahun 2000, tetapi telah berkembang pesat. Pada tanggal 18 Februari 2008, dibentuklah organisasi bernama Indonesia Riverboarding Association […]

  • Ilustrasi persetubuhan di bawah umur. Foto: afederasi.com

    Diduga Setubuhi Adik Temannya, Warga Karanggayam Dipolisikan

    • calendar_month Sel, 8 Sep 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 8.607
    • 0Komentar

    KARANGGAYAM (KebumenUpdate.com) – Seorang warga desa di Kecamatan Karanggayam, Kebumen, harus berurusan dengan aparat kepolisian karena diduga melakukan persetubuhan kepada seorang anak di bawah umur. Pria berinisial RY (25) warga diduga melakukan persetubuhan dengan Kencur (13) bukan nama sebenarnya, Kamis, 20 Agustus 2020 sekira pukul 20.30 Wib saat rumahnya sepi. Ulah Tak Terpuji Diketahui Istri […]

  • Sungai Wadaslintang

    2.488 Bibit Pohon Bakal Hijaukan Sungai Wadaslintang

    • calendar_month Jum, 27 Nov 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.327
    • 0Komentar

    PADURESO (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 2.488 bibit berbagai jenis pohon ditanam di Desa Rahayu, Kecamatan Padureso, Kebumen. Penanaman itu dalam rangkaian peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) atau Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) Tahun 2020. Penanaman dilaksanakan oleh Disperkim LH Kebumen bersama Forkopimcam Padureso di sepanjang aliran Sungai Wadaslintang. Lokasi penanaman dipusatkan di dermaga […]

expand_less