Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kebumen-Banjarnegara Itu Ibarat Tetangga yang Rumahnya Saling Membelakangi

Kebumen-Banjarnegara Itu Ibarat Tetangga yang Rumahnya Saling Membelakangi

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Ming, 12 Jan 2020
  • visibility 29.415
  • comment 0 komentar

KEBUMEN dengan Banjarnegara merupakan dua kabupaten yang bertetangga. Ibarat rumah yang bersebelahan tetapi saling membelakangi, Kebumen-Banjarnegara itu dekat secara bangunan tetapi jauh dilihat dari interaksi penghuninya.

Meskipun bertetangga, kedua warga kabupaten ini masih belum berinteraksi  secara intens. Masing-masing jarang saling berkunjung karena akses yang menghubungkan kedua tetangga ini tidak mendukung.

Jalan utama yang menghubungan Kebumen-Banjarnegara adalah via Kecamatan Gombong-Sempor Kebumen dengan Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara. Jalan provinsi ini kondisinya mulus, tetapi kurang strategis lantaran jaraknya yang jauh dari kota. Jadi harus memutar cukup jauh untuk sampai pusat kota.

Banyak Pengendara Terjebak Jalan Rusak di Perbatasan

Sebenarnya ada jalur terdekat yang menghubungkan dua pusat kota yakni via Karangsambung melalui Desa Giritirto, Kecamatan Karanggayam dengan Kecamatan Pagedongan Banjarnegara. Dari sisi Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara sebenarnya jalan sudah mulus. Tetapi sesampai di perbatasan Kebumen jalan tidak layak dilalui kendaraan umum.

Bahkan beberapa waktu terakhir sering diberitakan adanya mobil yang terjebak di jalur tersebut. Dalam kasus ini,  para pengendara yang melalui jalur tersebut menggunakan paduan aplikasi Google Map. Peristiwa  terbaru adalah sebuah bus yang mengangkut rombongan terjebak pada malam hari di tengah hutan di perbatasan Kebumen-Banjarnegara, Sabtu 4 Januari 2020.

Meskipun sudah setengah perjalanan, pengendara terpaksa balik kanan. Sebab jika dipaksakan melalui jalur tersebut sangat membahayakan keselamatan.

Akses Buruk Tiga Dusun di Desa Giritirto Nyaris Terisolasi

Bertahun-tahun bupati silih berganti, tetapi jalan tembus Kebumen-Banjarnegara melalui Desa Giritirto masih saja dibiarkan merana. Jalur yang membelah perbukitan Lokidang itu lebih cocok menjadi jalur offroad ketimbang bertatus jalan kabupaten. Kendaraan dipastikan akan kandas jika melintas karena sebagian ruas jalan ambles cukup dalam.

Akibat kerusakan jalan yang sangat parah, terdapat tiga dusun di Desa Giritirto yakni Dusun Cempaka, Julek dan Pranji nyaris terisolasi. Mereka kesulitan mendapatkan akses pelayanan publik baik ekonomi, pendidikan, kesehatan. Bahkan warga kesulitan untuk mencapai pusat desa yang berjarak sekitar 6 kilometer.

Sebagian warga di tiga dusun itu merasa  tidak lagi dianggap eksistensinya. Mereka bahkan pernah menyatakan ingin pindah menjadi warga Banjarnegara. Maklum anak-anak di dukuh tersebut memang memilih sekolah di Banjarnegara ketimbang di Kebumen.

Jalan di sepanjang Desa Wonotirto-Giritirto hingga Jembatan Mangir kondisinya sudah mulus karena telah diaspal hotmix.  Tetapi setelah melintasi Jembatan Lokidang hingga Desa Banaran, Bajarnegara kondisinya terbalik 180 derajat.

Jalur Lokidang Dibangun, Desa Giritirto Jadi Gerbang Kebumen

Jalur tersebut tak lagi dibangun setelah rusak oleh truk pengangkut pasir Sungai Lukulo yang dibawa ke Banjarnegara.  Jika memang demikian, kebijakan itu perlu ditinjau ulang. Karena membiarkan jalan itu rusak, sama saja menghilangkan potensi.

Membangun jalan tembus tersebut akan meningkatkan perekonomian warga Kebumen. Pembangunan jalur tersebut selaras dengan pembangun Jalur Lingkar Utara (Jalingkut) Kebumen.

Jika jalur Lokidang dibangun, Desa Giritirto yang terkenal dengan Kopi Gemplong itu tidak lagi menjadi ‘desa terluar’ melainkan menjadi gerbang masuk ke Kebumen

Selain Jalur Lokidang,  jalan tembus Kebumen-Banjarnegara ruas Srisip-Sadang perlu dipercepat. Hanya saja dalam perjalannnya, proses pembangunan masih harus mengantongi ijin dari Perhutani. Bahkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sendiri menilai pembangunan jalan tembus Banjarnegara-Kebumen ruas Srisip-Sadang masih butuh banyak usaha karena harus mengepras perbukitan.

Banyak harapan jika jalan tembus Kebumen-Banjarnegara dibangun. Tak sekadar perekonomian dua daerah yang akan meningkat. Kebumen dan Banjarnegara akan menjadi tetangga yang saling berhadapan. (Ondo Sp)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Liga 3

    Dua klub Sepak Bola Kebumen Berlaga di Liga 3 Jateng, Persak Grup D dan Ebod Jaya Grup E

    • calendar_month Kam, 23 Sep 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.988
    • 0Komentar

    KEBUMEN  (KebumenUpdate.com) – Dua klub sepak bola Kebumen bakal berlaga di Liga 3 Jawa Tengah yakni Persatuan Sepak Bola Kebumen (Persak) dan Ebod Jaya Kebumen. Dalam kompetisi yang bakal dimulai 24 Oktober 2021 tersebut Persak Kebumen masuk di grup D.  Terdapak enam tim penghuni Grup D, yaitu Persak Kebumen, PPSM Sakti Magelang, Perseka Karanganyar, Persibas […]

  • Progres Pembangunan Jembatan Weton Kulon Puring Capai 16%

    Progres Pembangunan Jembatan Weton Kulon Puring Capai 16%

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 608
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kebumen terus berbenah. Setelah memantau sejumlah perbaikan ruas jalan, Bupati Lilis tak luput meninjau proyek-proyek vital lainnya, termasuk pembangunan kembali Jembatan Weton Kulon yang sempat runtuh akibat bencana, serta menyoroti permasalahan genangan air di Simpang Tiga Petanahan dan luapan Sungai Kali Kating. Kunjungan Bupati Lilis ke Jembatan Weton Kulon di Puring ini […]

  • Polri

    Polri Hentikan Kasus Nurhayati, Ini Alasannya

    • calendar_month Rab, 2 Mar 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.161
    • 0Komentar

    JAKARTA (KebumenUpdate.com) – Polri akhirnya menghentikan kasus yang menjerat Nurhayati, Kepala Urusan Keuangan Desa Citemu, Kabupaten Cirebon. Hal ini diputuskan usai adanya gelar perkara dan koordinasi antara penyidik Polri dengan Kejaksaan. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menegaskan bahwa Polri sudah melakukan komunikasi koordinasi dan menggelar kasus ini dengan pihak kejaksaan. “Dari hasil gelar, […]

  • Makam Mbah Leqor

    Legenda Mbah Leqor dan Mitos Tanah Keramat di Desa Rahayu

    • calendar_month Sen, 26 Feb 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.431
    • 0Komentar

    PADURESO (KebumenUpdate.com) – Di Desa Rahayu, Kecamatan Padureso, Kabupaten Kebumen terdapat sebuah situs yang sering dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai kota. Situs ini berupa makam yang dipercaya oleh masyarakat sebagai makam seorang tokoh dari Demak yang dahulu datang ke suatu tempat yang menjadi cikal bakal Desa Rahayu. Berdasarkan cerita tutur masyarakat desa setempat, konon […]

  • Tiga Parpol Belum Serahkan Usulan Susunan Fraksi

    Tiga Parpol Belum Serahkan Usulan Susunan Fraksi

    • calendar_month Jum, 13 Sep 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.341
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pimpinan Sementara DPRD Kabupaten Kebumen, Muhammad Fauhan Fawaqi (Gus Fauhan) menjelaskan bahwa empat fraksi telah terbentuk dalam rapat paripurna yang berlangsung Jumat 14 September 2024. “Ada empat fraksi yaitu fraksi PKB, fraksi Gerindra, dan fraksi Nasdem. Lalu fraksi gabungan Golkar, PKS, dan Demokrat,” kata Gus Fauhan. Baca juga: Anggota DPRD Kabupaten Kebumen 2024–2029 […]

  • SMAN 1 Klirong

    Lestarikan Kearifan Lokal, SMA Negeri 1 Klirong Luncurkan Batik Identitas dan Galeri Seni Kawung Wolu

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 384
    • 0Komentar

    KLIRONG (KebumenUpdate.com) – SMA Negeri 1 Klirong menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal dengan meluncurkan batik identitas sekolah bertajuk “Mbatik Dhewek Dienggo Dhewek” serta meresmikan Galeri Seni “Kawung Wolu”, Sabtu 8 Nopember 2025. Kegiatan yang digelar di aula utama sekolah ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr Sadimin SPd SSos […]

expand_less